Saturday, July 26, 2008

Ampuun.. Bayiku naik-naik..!!


Degg!!

Akhir2 ini aku suka jantungan liat Re. Ditinggal sebentar sudah hal2 yang bahaya dan aneh2 yang ngga pernah kubayangkan, yang dia lakukan.


Sejak mulai belajar berdiri berpegangan pas 6m, tahapan Re dilanjut dengan rambatan.. sampe kira2 7minggu lalu (7m1w), Re baru mulai dorong2 kursi plastik sambil keliling rumah.
Sejak kedua tahab itu, emang banyak hal yang bikin aku deg2an. Takut dia jatuh, terutama.. waktu merangkak, aku belum terlalu khawatir dia jatuh.




Sebenarnya kupikir renggang waktu dari 7 bulan itu sampe sekarang paling ngga dia berkembang di jalannya aja.
Siapa sangka kalo masalah manjat2 juga ada di bulan2 ini. Padahal masih 2minggu lagi (dari foto2 ini diambil) dia masuk 9 bulan.

Emang sekarang kalo di kamar, aku lebih los, karena barang2 yang bahaya2 udah disensor sama aku n mama, paling ngga untuk 2-3 bulan kedepan. Tapi yang beginian ini aku bener2 ngga nyangka deh..



Lihat!! Lihaaaatt!!.. (histeris mamanya, journalistik papanya)
Pertama dia jinjit2, lihat isi tempat tidur dia.. lalu mulai mau naik ranjang sendiri. Angkat kakinya, dan ...
begitulah.. foto ini diambil setelah pernah kejadian sebelumnya.







Setelah berusaha memanjat lagi ngga bisa (karena panjatan cuman satu aja), dia asik melongok2 sambil merasakan kakinya ngga menapak tanah (sensasinya beda kali ya..)

Padahal abis itu dia bingung lho, turunnya gimana..













Lain waktu, ditemukan ada di bouncer. Salah!!.. di UJUNG bouncer. Sedang asik duduk dengan posisi yang amat tidak disarankan dibuku petunjuknya. Suer!! aku ngga pernah ngajarin begitu. Setelah ini akan kuungsikan bouncer ini, toh Re ngga mau lagi duduk disana. Lebih suka di Play Matnya yang beli di sis Lena itu.





OMG.. makanya akhir2 ini aku jarang banget bisa buka PM dan YM-an sama kalian. Abis ditinggal sebentar ya beginilah dia.
Perasaan di bukunya Arlene yang First Year.. ngga di warning deh kalo dia bakal naik2 kaya begini. Berarti tugas sidak rumah harus ditambah nih.. singkirkan barang2 yang bisa jadi pijakan untuk naik.. atau yang ber-rak susun2.

Lalu buku2 Mom ntar taruh dimana, Re..


'suami' yg melahirkan, isteri yang menyusui-jawa pos

Rating:★★★★★
Category:Other
Baca koran jawa pos tanggal 25 juli kemaren?
ttg Thomas Beatie (transgender) yang melahirkan bayi, dan isterinya yang menyusui bayinya.

Bukan mau menyetujui masalah transgendernya lho.. tapi ttg si Nancy-nya, si isteri.. yang tanpa melahirkan mampu menyusui bayi 'mereka'.
Mereka berupaya supaya dapat menyusui bayinya.
Ini yang patut digaris bawahi.
1. Wanita yang tidak melahirkan menyusui bayi
2. Perjuangan untuk bisa menyusui
3. Tidak adanya pikiran untuk memberi susu formula
4. Ternyata hal2 yang selama ini di 'rumus'kan dan disimpulkan oleh banyak ibu di indonesia, bisa diatasi

Pada saat membaca berita itu,

suami aku hanya berucap sambil mangut2, "Ternyata terlalu mudah dan dini untuk menyimpulkan 'aku tidak dapat menyusui' seperti yang banyak temanmu katakan. Terlalu dini juga untuk mengatakan ngga bisa menyusui karena ASI sedikit. Lalu masalah sebenarnya apa ya..!?!!"

aku: gitu ya.. ya itu permasalahan di negara kita. Kalo ini terjadi di Indo, pasti udah mempersiapkan pilih sufor yang bagus dari kehamilan 7 bulan.


suami: Iya kali ya.. wong banyak yang melahirkan sendiri banyak yang udah cari sufor sejak masih hamil. Itu si xxx, xxy, xyy (nyebutin nama2 temen2nya), katanya ASInya ngga keluar.. wih, banyak banget wanita di Indo yang ASInya ngga kuar. Sampe2 di negara sono ada yang ngga melahirkan tp ASInya bisa keluar.

Yah.. itu hanya percakapan antara suami dan isteri keluarga Mr. Santosa. Yang ngenes n terasa nyelekit di dada pas baca ada wanita ngga melahirkan ambil treatment dan usaha untuk bisa menyusui.
Di desaku, nenek2 aja nyusuin cucunya. Hiks..

Ini aku copy pastekan beritanya ya..


Jum'at, 25-07-08

Thomas Beatie Pamer Bayinya

OREGON -- Baru tiga pekan menjadi ayah, hidup Thomas Beatie berubah drastis. Seperti seorang ibu yang baru melahirkan anak pertamanya, pria yang lebih dikenal sebagai Pregnant Man itu pun begitu memuja buah hatinya. Ayah pertama di dunia yang mengandung itu memamerkan foto Susan Juliette, putrinya, pada publik.

"Dia sangat berharga. Sekejap pun saya tidak bisa berpaling darinya," ujar Beatie dalam wawancara publik pertamanya setelah resmi menjadi ayah. Kepada majalah People, pria 34 tahun itu mengaku bahwa kini menggendong Susan menjadi rutinitas terindahnya. Sebagai ayah yang sembilan bulan membawa sang buah hati dalam rahimnya, naluri keibuan pun tumbuh dalam hatinya.

Kendati tidak bisa menyusui, bagi Beatie, momen memberikan Air Susu Ibu (ASI) untuk sang putri tetap menjadi masa yang paling membanggakan. Sebab, dia tidak pernah melewatkan detik-detik menyusui yang biasanya terjadi malam hari itu. Dengan bantuan hormon laktasi dan stimulasi fisik menggunakan pompa payudara, sang istri Nancy mampu menyusui Susan. "Saya selalu mendampingi mereka sambil menonton TV," ujar Beatie.

Dilahirkan di St. Charles Medical Center, Bend, Susan menjadi karunia terindah pasangan unik tersebut. "Susan adalah sebuah keajaiban! Akhirnya, kami memiliki keluarga utuh seperti yang kami damba selama ini," papar pria yang terlahir sebagai perempuan tersebut. Dia pun bisa membuktikan bahwa pilihannya untuk tidak mengangkat rahim saat bertransformasi menjadi laki-laki sekitar 10 tahun lalu, memang tepat.

Jika dulu Beatie berubah total menjadi pria dan mengangkat rahimnya, maka Susan tidak akan pernah terlahir dari perut sang ayah. Sebab, Nancy terpaksa harus menjalani operasi pengangkatan rahim akibat gangguan reproduksi. Berkat inseminasi buatan, dengan sel telur Beatie dan sperma donor, pasangan asal Oregon itu kini memiliki keturunan. Susan dilahirkan pada 29 Juni sekitar pukul 20.55 waktu setempat bukan lewat operasi caesar.

Tanpa menjelaskan lebih lanjut tentang proses persalinan yang dimaksud, Beatie mengatakan bahwa persalinan Susan memakan waktu 40 jam. Selama proses itu berlangsung, Nancy selalu setia mendampinginya dan terus memberikan semangat. "Detik-detik terakhir menjelang kehadiran Susan, semuanya terlihat seperti adegan slow motion," papar Beatie. "Sangat menakjubkan dan kami menangis bahagia," timpal Nancy.

Tidak seperti kaum ibu yang mengalami masalah berat badan pasca persalinan, Beatie sama sekali bebas dari problem tersebut. "Berat badan saya justru turun sekitar 1 kilogram dari berat badan awal, sebelum mengandung Susan," ujarnya. Yang lebih penting, dia dan Susan berada dalam kondisi kesehatan yang benar-benar fit. Berbeda dengan perempuan, ayah baru itu pun bebas dari stretch mark. (people/hep)

Tuesday, July 22, 2008

Pembalut Lovemoon.. ANION system




Aku kagum banget sama ini produk, menurutku, ini kabar baik bagi wanita diseluruh dunia. Terutama di indonesia, dong.. setelah mengetahui data WHO:
Pembunuh no 1 wanita di indonesia adalah kanker leher rahim
Pembunuh no 2 adalah kanker payudara.

Kenapa di negara kita?
1. karena negara kita adalah negara tropis, kelembaban yang tinggi ini yang memicu bertumbuhnya jamur dan bakteri
2. perawatan daerah V yang kurang tepat. Termasuk didalamnya memilih pembalut yang tepat. Banyak pembalut yang daya serapnya kurang baik, berbahan kertas daur ulang yang tentu saja pasangan daur ulang adalah pemutih, lapisan pembalut yang terbuat dari plastik dan ngga ada pori untuk udara berganti, dll

Beberapa minggu ini aku browse2 ke google ttg kanker rahim (ada dua.. kanker mulut rahim dan leher rahim) dan kanker payudara.. beberapa kerabat dekatku mengalami gangguan di rahim, dan aku cukup kaget baca2nya.. ternyata kanker mulut rahin dan kanker leher rahim itu beda.. dan kanker leher rahim ngga da gejalanya.. tiba2 pendarahan, tapi kalo udah pendarahan, kebanyakan udah stadium lanjut. OMG.
Akhirnya cari2 cara, mikir2.. berapa besar peluang aku ngga kena. Berapa besar peluang aku hidup lebih lama bersama Renata. Melihat Renata tidur seperti ini aku jadi berpikir.. akankah dia juga harus mengalami hal itu saat berusia nanti? dia tinggal di negara tropis pula.. di indo pula.
Sedang beberapa kasus angka kanker leher rahim sekarang udah start usia 15 tahun rata2nya. Bahkan kemaren heboh2 ada yang usia 4 tahun, lalu ada yang meninggal saat usia 7 tahun. Akar2nya ya diaper yang notabene bahannya sama dengan pembalut kita.. bahan daur ulang.. bukan kapas murni, juga karena tingkat kelembaban yang tinggi pada pembalut, sehingga bakteri berkembang biak dengan baik.
Aku jadihitung2.. siapa saja wanita disekitarku, yang udah lanjut.. yang lolos dari mium, kista, endometreosis, dan sejenisnya.. udah aku hitung sampe mami2nya kenalanku, hampir semua berurusan dengan masalah ini.

Jadi aku putuskan untuk memakai pembalut ini, tentunya setelah seorang sahabat menunjukkan perbedaan detailnya dengan yang biasa kita pakai.
Aku langsung tertarik menjadi member, apalagi pembelian banyak bisa langsung dapat member, jadi balik barang dan bisa untuk bisnis pula :DD

yang mau beli per pack: (harga udah termasuk alat tes kondisi organ kewanitaan)
- Sanitary Napkin - Day (10pcs) Rp. 42.500
- Sanitary Napkin - Night (8pcs) Rp. 42.500
- Panty Liner (30pcs) Rp. 50.000
- Alat test/pcs Rp. 15.000

keterangan lainnya baca di masing2 photo ya..
di klik aja..

Untuk bertanya / pemesanan produk eceran / ingin melihat demo produk Love Moon / ingin menjadi agen di kota anda
Boleh hubungi aku segera

Bisa menerima pemesanan eceran & pengiriman ke seluruh Indonesia


nb: peluang bisnisnya bagus banget, apalagi setelah ini, lovemoon akan mengeluarkan produk diaper yang terbuat dari kapas murni dan bebas dioksin untuk bayi2 kita tercinta.


ButtonGenerator.com

Monday, June 16, 2008

Tertidur di high chair

Maksudnya mau suapin Re. Maunya bawa Re makan di teras rumah.. biar suasananya agak beda, gt..

Ternyata semilir angin bikin Re terkantuk2 lalu tertidur, sedang Momnya masuk untuk siapin sebentar.. panggil Daddy untuk gantiin temenin Re bentar.. tiba2 Daddy lari2 kecil sambil berbisik2.. "Sini.. siniii!! Re tidur.."
Ha?? aku langsung taruh piring Re. Waduh, ngga kepake lagi berarti.

Geli, dan penuh tanda tanya kok dalam waktu singkat Re bisa tertidur, aku nyusul keluar. Ih.. beneran lho.. anginnya emang semilir banget, bikin orang ngantuk, sedang matahari ngga terik.
Aku lihat wajah Re.. so sweet.. so peace.. masih wajah surga. Langsung kami berlari2an.. aku ambil kamera, Daddynya menyambar digicam. Ini hasilnya. Pake macro dan lensa tele. Kelihatan jelas bulu matanya.. yang baru aku gunting semalam, moga moga tumbuh lagi..

Sampe dibawa masuk n didorong kedalam Re tetep tidur.. akhirnya HC masuk ke kamar takut Re kepanasan diruang tengah. Masih aja tidur sampe sekitar 1 jam-an.

 

Sunday, June 8, 2008

All that I Do.. Is about Her.. My Renata

Tempo hari aku upload catatan perkembangan Re ke MP. Beberapa Mom japri ke email aku, beberapa PM, beberapa sms, kebanyakan menanyakan apa aja yang kulakukan selama Re ada.
Menurut mereka, Re sangat cepat perkembangannya.
Hampir semua yang ketemu langsung dengan Re juga bilang begitu. Sementara bayi2 yang seusia Re masih tiduran dan belum berbalik, Re udah berguling2 disampingnya, tengkurap n beranjak melihat temannya. Sedang teman temannya mulai tengkurap, Re udah dari pintu depan sampai ke dapur areanya.

Aku juga ngga terlalu ngerti, yang penting aku udah mencatatnya :D
udah komit sih, untuk bikin data buat kasih ke Re nanti kalo udah gede.
data di komputerku sebenarnya ngga terlalu bisa dipercaya karena aku pernah kehilangan data satu komputer karena hard disk tiba2 rusak. Moga2 dunia online bisa membantuku.

Aku coba mau bagi aja deh disini, kalo2 ada yang pengen diceritain lagi.
 
Pas lahiran tempo hari Re udah langsung nunjukkan kondisi 'sadar' dan kuat.
maksudnya gini, pas lahir, Re udah tau namanya, emang aku udah pasrahan sama papa Re, kalo lahiran, Re dibawa menjauh dari aku, atau aku ada apa2 n Re sedang mengalami proses persalinan, tolong ikutin Re kemanapun dia pergi, bicaralah terus padanya. Jadi dia tau kalo kita ngga ngelepas dia n dia ttp merasa ada orang yang dia kenal, papanya.
Soalnya persalinan itu kan termasuk suatu 'trauma' untuk bayi dan ibu. Trauma dengan definisi sebenarnya lho.. bukan yang negatif kaya arti kapok.
Selana 9 bulan dia nyaman di dalam perut, yang udah jadi rumah n kediamannya, dengan gravitasi yang berbeda, pendengaran yang berbeda (seperti kedua telinga kita dibekap sama tangan), suara2 yang selalu dia dengar seperti detak jantung ibu, suara perut ibu dll, belum pernah merasakan sentuhan, bahkan pegangan dari orang, belum pernah merasa sakit dll.. tapi begitu persalinan, ada kontraksi (gempa, buat kita), dipaksa/ada dorongan keluar, dipaksa keluar melalui lubang yang sangat kecil (kita aja ngga nyaman masuk ke lubang kaos yang keciiill bgt, apalagi lorong panggul ibu, mana susah lagi keluarnya), trus setelah keluar, tiba2 organ pernafasannya dipaksa bekerja.. karena tiba2 ngga ada supply oksigen, lalu ada cahaya terang sekali, suara2 jelas n keras, ada sentuhan pada tubuhnya, tangannya ditarik, kakinya ditarik, mana setelah itu dia harus melalui proses sterilisasi agar bisa survive.. antara lain: suntikan (sakiit, mom..), tetesan (aku lupa) pada mata (iihh.. kaget kan pasti, kita aja ngga nyaman n ada rasa takut netesin mata.. lha dia, enak2 membuka mata lebar2 tiba2 ada tetesan datang.. kaget kan..), lalu ada selang yang masuk ke tenggorokan dan lubang hidungnya untuk sedot air2 n lendir2 yang dibawa dalam kandungan. Wuiiihh.. aku liat videonya ngga tega banget. aku aja lom pernah dimasukin selang panjaaaang kaya gt ke hidung n tenggorokan. Itu belum kalo babynya ato persalinan bermasalah
 
Makanya aku suruh papa Re untuk ikutin kemanapun Re dibawa. Sejak 5 minggu dalam kandungan Re udah ada nama n aku n suami udah 'memposisikan' dia ada n hadir, kalo ada keputusan2 apa2 aku selalu cerita n kadang ajak dia untuk lewati proses pengambilan keputusan. Misalnya "hmm.. mom lagi bingung, mau pergi keluar kota, enaknya berangkat ato ngga ya, soalnya bla.. bla.. dst.."
Kalo papanya mau berangkat selalu pamit dan datang selalu cium dan bilang kalo pulang, pas datang di pintu kamar teriak "haiii.. daddy pulang", kalo papanya pergi lebih lama n terlambat pulang juga udah aku bilangin dll kalo baru akan pulang nanti jam sekian.
Kalo aku lagi marah sedih jengkel, aku juga cerita perasaan yang aku alami ini.. aku jabarkan.. "mom jengkel sama oma.." " mom sediiih sekali.." "mom lagi seneng lho.. mom tadi..." pas tubuhku mau ngalamin keterkejutan, juga aku bilang dulu, "abis ini kita mandi ya.. airnya dingin, jadi mom mungkin akan terkejut sedikit" ato.. pas kontrol, aku udah cerita dari kemarennya kalo besok mau ke dokter, kita mau liat dia, pas mau di usg, kita juga bilang dulu "sebentar lagi dokter mau tempel alat untuk liat Re, agak berisik ya.." dll..
Karena udah dari 5 minggu kita hadirkan dia seolah2 dia udah ada.. benernya kan emang udah ada, cuman ngga diluar, tapi kan dia juga satu pribadi.. pada saat seseorang ato anak kecil ada diantara kita, beda pastinya kalo dia dilibatkan dan tidak dilibatkan.. perkembangan anak yang selalu tidak dilibatkan juga pastinya akan ngga berkembang dan jadi anak yang apatis kan.. beda dengan anak yang dilibatkan dalam pembicaraan dan dihargai haknya, dia akan lebih percaya diri, dewasa dan lebih awal bisa menjabarkan sesuatu. Demikian juga dengan janin. Mungkin dia belum berbentuk orang, tapi jangan lupa.. dia itu mesin perekam terbesar.. dan mesinnya itu sedang aktif2nya bekerja.
 
Dari jauh2 hari aku sudah cerita apa yang akan dia alami, juga bilang, "nanti kalo udah keluar, detak jantung mom akan ngga kedengeran lagi, Re akan dengar suara2 yang berbeda, nanti ngga selalu akan sama mom, akan ada orang lain yang bisa bersama Re..nanti kalo pas lahiran, Re akan alami banyak hal yang mungkin ngga mengenakkan n mengagetkan buat Re, tapi Mom n Dad akan berusaha sebesar mungkin agar salah satu dari Mom n Dad bisa temani Re, Re harus tau, kalo daddy n mom ngga akan ninggalin Re."
Dan itu yang kami lakukan, pas Re dibawa untuk mengalami proses wajib persalina, papa Re yang selalu menyertainya. Luar biasa, Re tenang sekali menjalaninya, di camcorder terekam semuanya, dan aku ketawa pas ngeliat videonya, Papa Re ngoceh terus ngga habis2 sambil bawa camcorder. "Tenang sayang, tenang, ini daddy.. sebentar ya.. agak sakit yang ini.. gpp daddy ada disini, jangan gerak terus, nanti malah lama.. " dan Re bener2 tau daddynya ada disana, kepalanya miring dikit n ngga nangis pas ngalamin itu semua, malah dia sahut menyahut menanggapi kata2 daddynya. "Aaaaa..!!" "iya, sebentar lagi ya..abis ini ketemu mom.." "Aaaa..." "iyaaa.. abis ini neh ya.." "Aaa..!!" gt. Mereka benar2 kaya bicara, sedang Re mengalami proses pembersihan lendir dalam tubuh dengan selang2 itu.
Setelah itu, baru kita Inisiasi menyusui dini.. praise the Lord.
 
Pas persalinan, aku juga berusaha agar Re mengerti apa yang harus dia lalui, aku bilang, nak.. ini waktunya.. kita kerja sama ya.. Mom akan dorong dari dalam, Re berusaha dari luar ya.. seperti yang pernah kita bicarakan.." Makanya.. siapa duga kelahiran re amat singkat, aku merasa mudah bgt.
Jam 07.30 mulai ada kontraksi kecil.. aku lalu mandi n siap2
08.00 kita siap2, kontraksi udah 10 menit sekali
08.15 kita udah berangkat, kontraksi udah 7 menit sekali
09.00 nyampe RS, dan administrasi ini itu 09.15 aku baringan untuk diperiksa
09.30 buka 3.. pasang2 ini itu, ukur detak jantung n isi form.. sampe 10.30
10.30 buka 5
10.40 dokter datang dari praktek di lantai bawah.. aku udah buka 9, suster kaget n siap2
10.52 mulai ngejan
10.59 Re lahir.. ngejannya cuman 5 kali
kaget?
ada yang lebih mengagetkan lagi.. Re lahir dengan berat 3.81kg
Aku percaya itu karena mujizat dan karena Re juga berjuang. ada kesatuan antara aku n Re waktu itu.
Padahal aku belum cerita gimana aku plasenta previa total n 3 dokter senior udah bilang ngga ada jalan lain selain caesar
Resiko terlalu besar, dan yang makin bikin ngga ada harapan plasenta ngga akan meninggalkan bagian jalan lahir adalah karena plasentaku lebar sekali, jadi naikpun ngga akan terlalu banyak. Kandungan juga udah mulai sering kontraksi sejak bulan ke4.
Wah.. kalo ngomongin ini, panjang bgt ceritanya. Lain kali saja ah..
 
Balik ke efek positif dari dalam kandungan, ..
banyak hal yang bikin aku takjub setelah Re diluar, aku heran Re bisa mengerti apabila aku mengalami ini itu, juga kalo aku sedang ada perlu, dia seperti ngertiiiiii banget. Dia bisa sedikit menahan egonya. Cuman kadang setelah keluar, error di aku-nya, daddynya yang lebih stabil.. mungkin karena yang daddynya alami ngga jauh berbeda, dari dulu dia udah merasa kalo Re ada diluar tubuhnya, jadi lebih mudah adaptasinya.
Misal.. pas umur 1-2minggu, pas aku mau makan, aku langsung keluar kamar n makan, Re teriak2 panggil2 (herannya dari lahir aku udah ada sedikit ngerti macam2 tangisan n teriakan Re itu maksudnya apa. Aku bisa bedakan Re haus, mau pipis, ngga enak diperut, marah dll.. bahasa dia seakan udah aku mengerti).
aku baru keingetan kalo aku ngga pamitan kalo mau tinggalin dia. Ow, no!!
Papa Re yang nanya, "Re tau kalo kita mau makan?"
aku bilang "ha??!"
o iya.. aku lupa bilang, baru aku masuk kamar lagi n bilang "Re, Mom n daddy mau makan dulu ya.. bentaaar aja, kira2 15 menit aja"
nah,.. yang aneh itu, sejak aku bilang itu sampe sekitar 15-20 menitan, dia diem aja, kalo ngga main2 sendiri, liat2 atap, pokoknya ngga ribut panggil2 ato cari2 lagi, dia nunggu. aku ngga habis pikir. dalam banyak hal juga gt. Aku merasanya Re ini gampaaaang banget, masalah potty training jg gt.
Dalam segala hal aku ngga ngerti kenapa dia bisa pengertian sekali. Termasuk pas kawinan adikku, ato aku belanja lamaaa bgt, dia bisa2nya lho nunggu dan bersabar.. Dari tahap pertama, mulai merasa bosan.. alu beralih ke makin bosan, cape, lapar, haus, dst.. tiap tahap Re selalu di kasih tau sama papanya, "bentar ya.. masih harus beli minyak, shampo, dst.. dst.." dia jadi diam lagi, n sabar sebentar..hiks.. aku jadi sedih.
Re bisa mengulur kesabarannya beberapa saat, tapi dia akan benar2 merengek kalo udah diambang batas dia, itu pun kadang dia masih bisa nunggu, sampe sayu liatin aku n akhirnya tertidur. Kalo udah gt, aku yang merasa bersalah urusanku ngga selesai2. Aku dimengerti oleh bayiku.
Pas kawinan adik laki2ku, aku sibuuukk bgt, aku anak tertua n pastinya aku harus banyak andil, sedang Re waktu itu usia 2bulan, Papa Re yang bertugas untuk Re.Apalagi bajuku model gaun jaman sekarang yang manik2nya ajubile, takut melukai dia malahan.
Aku sendiri sisipkan waktu untuk menyusui dia setiap lowong ato pindah tempat via mobil. Tapi aku juga yakin hari itu dia lelah sekali n lebih banyak ngga dapat minum cukup. Sedang dia ngga mau dot botol. aku tau dia lapar, haus n pengen sama aku, tapi Re maniiiis sekali hari itu, ditengah2 pesta, dia jalan2 aja digendong papanya sambil liatin aku riwa riwi ngga keruan, dan tidur apabila udah cape bener. Sampe mamaku ngga berhenti2 bilang Re hari ini kok bisa ky gt? Padahal siapapun tau, Re agak kaku, aktif dan punya keinginan.. (dari awal aku sudah tebak, kalo proses duduk Re pasti ngga akan didepan, kenapa? karena dari dalam perut aku udah lihat aktifnya dia.. tendangan udah muncul sejak minggu ke 14 dan tendangannya di minggu2 selanjutnya bisa bikin buku diatas perutku jatuh, dan pada saat udah lahir, aku lihat keinginan terbesar dia adalah beranjak, makanya proses tengkurap, bangkit, merangkak dll dia cepat sekali, karena yang dia inginkan adalah melakukan sendiri.. )
Pas mamaku bilang gt, ya suamiku cerita kalo dari sebulan sebelumnya kita udah cerita ke Re kalo Giu2 (panggilan Re ke adikku) mau menikah dan nanti suaranya rameee bgt, ada speaker, musik dll.. dan Mom bakal sibuk dst.. itu kita ceritakan berulang2 lho.. sampe sehari sebelumnya pas mau tidur kita juga bilang gt, "Eh.. besok lho.. pestanya Giu2.. Re besok sama daddy ya.. sehari aja Mom minta waktu untuk bantu giu2, Re yang sabar ya.. nanti banyak orang juga mau lihat Re, kok.." Pas hari H-nya juga.. "Nah.. hari ini bakal sibuk, nak.. hari yang dinanti udah datang.. dst.."
 
Ternyata kemajuan perkembangan Re bukan hanya pada hal2 diatas, tetapi juga motorik kasar dan halusnya.
Sekarang pertanyaannya kenapa? Sebagian aku juga ngga tau, walau aku udah browse faktor2 yang menentukan perkembangan cepat ato ngga ditentukan oleh apa.. tapi aku juga ngga dapet jawaban yang memuaskan.
Bagian lain yang mungkin aku bisa jawab adalah..
Pertama..
faktor yang aku ceritakan diatas.. 'disertakan sejak dari dalam kandungan.. terimalah dia sudah ada, dan libatkan dia, ajak main tiap hari.. stimulasi dia.. caranya? banyak kan permainan yang bisa kita lakukan..'
Kedua,
jabarkan perasaan yang kita alami
Ketiga,
ttg motorik kasar n halus.. bisa lewat stimulasi dalam kandungan, salah satunya permainan, aku suka ajak main Re, misal.. tepuk2 perutku, dan cerita ini bunyi perut mom, kalo pas mandi, cerita, ini suara air.. pas mulai bisa nendang/menyentuh, sentuh dia.!! aku suka pegang2an sama Re.. aku menikmati tiap tahap perkembangan n keberanian dia. dari awal!!
Sejak dia mulai bisa nendang, aku bikin bunyi2an disudut2 berbeda di perutku n ajak Re tendang dibagian mana tanganku berada.. lama2 tepat juga, dan bisa berputar dia untuk mencari.
Sejak tendangannya mulai menonjol2 di perut, aku sentuh.. pertama mungkin langsung ditarik sama Re, tapi tahap demi tahap berkembang, aku coba selalu tenang dan bilang, itu tangan mom, mom pengen sentuh Re.. lama kelamaan (sekitar minggu2 ke 24-30) dia mulai berani. Pas dia nongol, aku sentuh, dia udah tau itu tangan siapa, kadang aku tekan sedikit. Kelihatannya Re mulai menikmati sensasi sentuhan itu, toh dia datang lagi, sentuh n nongol lagi. Lama kelamaan, di bulan2 akhir dia udah terbiasa banget, n kadang malah minta disentuh, kalo pas terang/siang, n aku taruh telapak tanganku diatas perut, dia tau dimana tangnku berada, dan 'tendang' tanganku.
Aku juga suka elus2 bagian yang nongol n tebak, "ini apa yaaa.. ini sikut kaann.. ini kaki ya..kok kecil2 yang nggelitik pinggang mom.."
 
 
Intinya.. kemajuan perkembangan anak (termasuk janin ya.. ) sampai dewasa (remaja n orang dewasa jg kan..), besar dipengaruhi oleh dukungan.
Kepercayaan diri anak, rasa aman, kemampuan pengendalian diri, rasa dicintai membuat anak siap untuk selalu melakukan tahap perkembangan selanjutnya.
Liat aja.. buat orang dewasa.. kira2 apa yang bikin kita ngga bisa maju, dikantor ataupun di kelompok kita?
sama.. ttg kepercayaan diri (ngga PD), rasa aman, dan kurangnya pengendalian diri (termasuk emosi.. kurangnya pengendalian diri terhadap emosi2 negatif kita.. kan bikin kita terhambat, yang mustinya power/energinya bisa dialokasikan ke karya2 nyata n mengukir prestasi, malah dipakai untuk kemarahan, kesedihan, kekhawatiran, dll). Sama juga.. kalo anak SD sibuk dengan malunya.. ya dia ngga akan bisa pesat kemajuannya.
 
Ingat, 3 unsur penting dari kebahagiaan.. selama ini orang sibuk mencarinya..
padahal.. dia ada dalam:
adanya rasa aman
adanya rasa dicintai
adanya rasa berarti.
Itu yang diinginkan manusia sebenarnya..
 
Ingat juga.. setiap makhluk hidup selalu mempunyai dan membutuhkan energi, energi bisa berbentuk nyata seperti makanan ke tubuh
tapi bisa jg berbentuk yg tidak kelihatan nyata.
Tp yg ingin aku bicarakan disini adalah..
energi yang kita miliki itu terbatas, seperti gelas, seperti tangki bensin kendaraan..
kalo habis ya butuh diisi lagi.
Masalahnya adalah.. energi yang kita punya itu mau kita alokasikan kemana enaknya.
kalo kita cukupkan kebahagiaan n 3 kebutuhan penting anak itu, energi yang tersisa, akan teralokasi di hal2 positif lainnya yaitu perkembangan2 seperti  kemajuan motorik, perkembangan otak, berkarya, prestasi2 baru dll.
 
Hmm.. moga2 bisa jadi bahan pemikiran, pamit dulu.. Re minta nenen :D

Wednesday, June 4, 2008

Panduan Memilih Mainan Untuk Si Kecil

Rating:★★★★
Category:Other

Umumnya mainan anak-anak yang beredar di pasaran saat ini sudah mencantumkan batasan untuk usia berapa mainan itu ditujukan.


Adapun hal tersebut ditujukan untuk mencegah bahaya yang mungkin ditimbulkan oleh mainan tersebut, misalnya ada komponen yang bisa terlepas dan tertelan si kecil.

Karenanya, sebagai orang tua harus lebih selektif memilihkan mainan untuk si kecil. Namun apabila ternyata catatan batas usia tidak tercantum, berikut ini beberapa hal yang perlu bunda perhatikan dalam memilih mainan untuk buah hati terkasih:


1. Mainan itu sebaiknya terbuat dari bahan yang kuat, tidak terlalu kecil atau ada bagian yang mudah atau dapat dilepas-lepas oleh si kecil sehingga ada kemungkinan untuk dimasukkan ke mulut;

2. Usahakan agar mainan tersebut tidak terdiri dari tali yang panjang, misalnya lebih dari 20 cm;

3. Carilah mainan yang tidak terdiri dari bagian-bagian bersudut yang berbahaya, misalnya dapat membuat jari-jari terjepit atau memiliki ujung-ujung yang tajam;

4. Hindari mainan yang terdiri dari kayu-kayu, kancing atau bagian jahitan-jahitan yang dapat mudah terlepas;

5. Hindarkan mainan yang mengandung bahan-bahan kimia yang berbahaya atau berbau tajam seperti cat atau lem; dan

6. Carilah mainan yang terbuat dari bahan material yang ringan seperti kain atau plastik, bukan dari besi misalnya untuk mobil-mobilan, sehingga apabila mainan ini dilempar-lempar tidak membahayakan.


Selain hal-hal diatas, tentu saja pengawasan orang dewasa saat si kecil sedang bermain merupakan hal yang mutlak diperlukan, karena mainan yang tampaknya aman sekalipun bisa berbahaya untuk buah hati bunda.