banyak banget yang komen.. (baca: "Jika Renata Bertanya.. ")
kemaren baru ditinggal setengah hari :)) waakakakaa..
ini cuman surat untuk Re kok sebenernya.
Kadang aku emang menuliskan beberapa hal yang ada dalam pikiranku. Mumpung ingat. Mumpung ga lupa. Aku pelupa banget soalnya.. juga ga teroganisir. Jadi untuk mengatasi kekuranganku itu, aku garus gerak cepat selama itu terbersit dipikiranku, sekedar lewat atau emang lagi pengen kusampaikan.. (lha khusus untuk Re.. emang selalu aku tulis.. kan ingetnya sekarang, mau disampaikan sekarang mana Re ngerti.. disampaikan nanti, aku yang dah lupa)
Dulu aku selalu nulis berlembar2 di MS word.. tapi akhirnya trauma karena kompy ga bisa menjanjikan hard disk ngga rusak tiba2 :)) huuhuuuu..
Blog online ternyata jadi pilihan untuk menduplikat apa yang aku tulis. Hohoho..
Emang ngga mengharap yang jelek2 tentunya. Tapi mungkin rentetan tulisan yang selalu aku buat untuk Re.. akan jadi catatan yang sangat berharga untuk Re nanti.
Karena aku menyadari, dalam perjalanan hidup kita.. semasa bayi, 3 tahun pertama, memori kita akan 90% hilang, termasuk masa2 umur Re sekarang ini hiks.. makanya aku tulis..
Masa kedua, ketika masih anak2.. kita mulai bisa mengingat .. tapi seiring bertambahnya usia, yang kita ingat hanya masa2 yang membekas saja.. sayangnya itu kebanyakan luka, dan dibawa sampai memasuki masa remaja.
Setelah ini, masuk tahap masa remaja. Nah, dimasa ini, .. hampir setiap orang pernah punya pikiran bahwa kita ini ga disayang sama ortu. Dikit2 kres. Luka2 yang dibawa semasa belasan tahun itu akan mempengaruhi kita untuk memberontak. Memang masa remaja itu adalah masa dimana semua terlihat labil (sebenarnya mereka tersiksa bgt, semua jadi terlihat cenderung buruk. Berada dalam kapal yang labil sanat ga nyaman. bayangkan aja kita yang udah tegen gini, tiba2 jadi labil.. contohnya kaya pas hamil. Huuhuu.. sangat ga enak bgt rasanya. Bawaannya pengen marah, melihat masalah jadi ga jelas, masalah kecil terlihat besar.. nah , itu yang dialami remaja). Masa remaja itu masa dari anak2 menjadi dewasa. seandainya tumbuhan atau pohon,.. dia terlihat besar.. tapi tetap hijau. Seandainya orang, dia terlihat besar.. tapi amsih cupet/terbatas.. hijau. Apa yang orang tua berusaha sampaikan.. kita ga mengerti. Orang tua bisa melihat pilihan kita buruk (pengalaman pribadi nieh..), tapi menurut kita, kita yang paling benar, mereka tidak mengerti apa2.. padahal kita yang ngga mengerti apa2.
Setelah beranak begini, baru kita bisa tiba2 melihat dari puncak dimana Mama kita dulu pernah duduk. Dan semua tiba2 seperti hikmat.. semua terlihat jelas. Oh.. ternyata begitu. dan setelah menjadi ibu.. ternyata kita sering mengambil keputusan yang sama dengan mereka untuk anak kita, persis seperti saat mereka dulu memutuskan sesuatu untuk kita.
Ternyata mereka yang benar.
Nah, dimasa remaja seperti itu.. dengan kondisi kelabilan, plus luka2 dari masa kecil.. kita akan sulit untuk mengerti apa yang sedang mereka pikirkan. Itu yang membuat kita memiliki perasaan mereka ngga mengerti kitaa, mereka ngga sayang kita.. kaya ada satu batasan yang kita dan mereka ngga bisa untuk saling memasuki.. ditambah kesempatan untuk berkomunikasi ngga banyak (tentu dong.. apalagi tuntutan anak jaman sekarang, dan generasi mereka nanti.. sekolah aja pulang jam 5, masih les2 kursus ini itu pula.. apalagi kalo Mom n Dadnya sering ga dirumah.. ), Ada satu ungkapan yang mengatakan, "makin besar seorang anak, makin sedikit kata2 antara kita"
(apalagi kalo ga tinggal bareng kaya aku ini).
Sebenarnya....
hmm.. sebenarnyaa,..
aku sedang mempersiapkan masa itu untuk Renata.
Semua yang sedang aku susun, aku garap, aku perjuangkan, aku tekuni.. semua itu untuk masa 'terburuk (dan terbaik sebenarnya ;))" dimasa hidupnya.
itu semua karena aku mempersiapkan kondisi di masa Remaja Re nantinya.
Aku berharap, dengan mendekatkan diri pada Re sejak dia dalam kandungan.. sampai saat dia lahir, bertumbuh, menjadi anak2, menjadi besar.. Akulah yang menjadi pribadi yang paling dekat dengan dia. Aku menjadi tempat paling nyaman untuknya. Tempat untuk 'pulang'.. tempat untuk istirahat Re saat lelah menghadapi teman2nya.. tempat Re untuk bertanya dan menceritakan masalah2nya.. tempat untuk Re bersandar.. tempat untuk Re mencari penyembuhan untuk luka2 hari yang dia alami di sekolahnya, di persahabatannya, atau dimasalah asmara Re.
karena aku melihat, lingkungan luar yang harus Re hadapi dijamannya.. pastinya lebih berat dari apa yang harus aku hadapi dalam jamanku. Godaan begitu banyak.. orang jahat juga begitu banyak.. Pribadi yang labil diantara teman2nya karena kurangnya kasih sayang orang tua juga akan lebih banyak lagi.. karena begitu banyak anak2 yang bertumbuh tanpa dekat orang tua dijaman ini. Norma2, nilai2, moral2.. yang dulu kita sempat dapatkan dari orang tua.. akan banyak tidak dialami dan diterima anak2 sekarang dari orang tuanya.
Bukan masa bayi Re yang sedang aku perjuangkan.
BUkan masa balita Re yang aku tekuni
Bukan masa anak2 Re yang aku kejar
Tapi masa Remaja Re yang sedang aku persiapkan
Sebenarnya ungkapan paling pas adalah.. "Aku sedang mempersiapkan masa2 terburukku dengan Renata" yang kupersiapkan ya itu.. masa remaja Re.. masa kelabilan yang harus Re bisa lewati. Masa2 dimana pengaruh lingkungan dari luar keluarga akan masuk begitu banyak.
Aku juga ngga menjamin, suatu saat aku menjadi orang yang paling dia tidak ingin temui.
Saat2 seperti itu.. saat2 Re ngga mengerti aku,.. saat2 Re mempertanyakan kembali rasa cintaku.. saat2 Re ngga bisa membayangkan dan mengingat kembali apa yang pernah aku lakukan untuk dia..
Aku ingin Re bisa melihat kembali,.. mengingat dan merasakan kembali setiap sentuhanku.. setiap pikiran2ku tentang dia sepanjang waktu..perasaan2ku sepanjang perjalanan hidup dia, dalam setiap tulisan dan catatan2ku ini.
Aku berharap, .. setiap catatan yang aku buat sesuai dengan perjalanan waktu dan hidup Re.. bisa membukakan Re banyak hal.. yang Re ngga pernah tau atau mengerti aku. Saat2 Re merasa aku terlihat asing.. saat2 Re terluka karena ketegasanku, aku ingin dia tau.. apa yang kulakukan untuk dia. Benar.. atau salah diriku..
Cintaku padanya ngga akan pernah berubah.
Dari semua aspek dua pribadi yang berbeda.. yang membuat Re dan aku nanti memiliki prinsip hidup masing2, yang mungkin sulit untuk saling memahami. Aku ingin Re punya satu pegangan.
Hanya cintaku padanya.. sesuatu yang tidak akan pernah perlu Re pertanyakan.
Hanya cintaku padanya.. sesuatu yang tidak akan pernah menjadi misteri untuk dia.
