Thursday, March 5, 2009

Jika Renata lupa..

Huiiiii...
banyak banget yang komen.. (baca: "Jika Renata Bertanya.. ")
kemaren baru ditinggal setengah hari :)) waakakakaa..

ini cuman surat untuk Re kok sebenernya.
Kadang aku emang menuliskan beberapa hal yang ada dalam pikiranku. Mumpung ingat. Mumpung ga lupa. Aku pelupa banget soalnya.. juga ga teroganisir. Jadi untuk mengatasi kekuranganku itu, aku garus gerak cepat selama itu terbersit dipikiranku, sekedar lewat atau emang lagi pengen kusampaikan.. (lha khusus untuk Re.. emang selalu aku tulis.. kan ingetnya sekarang, mau disampaikan sekarang mana Re ngerti.. disampaikan nanti, aku yang dah lupa)

Dulu aku selalu nulis berlembar2 di MS word.. tapi akhirnya trauma karena kompy ga bisa menjanjikan hard disk ngga rusak tiba2 :)) huuhuuuu..

Blog online ternyata jadi pilihan untuk menduplikat apa yang aku tulis. Hohoho..
Emang ngga mengharap yang jelek2 tentunya. Tapi mungkin rentetan tulisan yang selalu aku buat untuk Re.. akan jadi catatan yang sangat berharga untuk Re nanti.

Kadang aku berharap aku bisa mengerti apa yang ada dalam pikiran Mamaku waktu aku masih bayi, masih kecil, dan remaja.. Kenapa ke3 masa itu?
Karena aku menyadari, dalam perjalanan hidup kita.. semasa bayi, 3 tahun pertama, memori kita akan 90% hilang, termasuk masa2 umur Re sekarang ini hiks.. makanya aku tulis..

Masa kedua, ketika masih anak2.. kita mulai bisa mengingat .. tapi seiring bertambahnya usia, yang kita ingat hanya masa2 yang membekas saja.. sayangnya itu kebanyakan luka, dan dibawa sampai memasuki masa remaja.

Setelah ini, masuk tahap masa remaja. Nah, dimasa ini, .. hampir setiap orang pernah punya pikiran bahwa kita ini ga disayang sama ortu. Dikit2 kres. Luka2 yang dibawa semasa belasan tahun itu akan mempengaruhi kita untuk memberontak. Memang masa remaja itu adalah masa dimana semua terlihat labil (sebenarnya mereka tersiksa bgt, semua jadi terlihat cenderung buruk. Berada dalam kapal yang labil sanat ga nyaman. bayangkan aja kita yang udah tegen gini, tiba2 jadi labil.. contohnya kaya pas hamil. Huuhuu.. sangat ga enak bgt rasanya. Bawaannya pengen marah, melihat masalah jadi ga jelas, masalah kecil terlihat besar.. nah , itu yang dialami remaja). Masa remaja itu masa dari anak2 menjadi dewasa. seandainya tumbuhan atau pohon,.. dia terlihat besar.. tapi tetap hijau. Seandainya orang, dia terlihat besar.. tapi amsih cupet/terbatas.. hijau. Apa yang orang tua berusaha sampaikan.. kita ga mengerti. Orang tua bisa melihat pilihan kita buruk (pengalaman pribadi nieh..), tapi menurut kita, kita yang paling benar, mereka tidak mengerti apa2.. padahal kita yang ngga mengerti apa2.

Setelah beranak begini, baru kita bisa tiba2 melihat dari puncak dimana Mama kita dulu pernah duduk. Dan semua tiba2 seperti hikmat.. semua terlihat jelas. Oh.. ternyata begitu. dan setelah menjadi ibu.. ternyata kita sering mengambil keputusan yang sama dengan mereka untuk anak kita, persis seperti saat mereka dulu memutuskan sesuatu untuk kita.
Ternyata mereka yang benar.

Nah, dimasa remaja seperti itu.. dengan kondisi kelabilan, plus luka2 dari masa kecil.. kita akan sulit untuk mengerti apa yang sedang mereka pikirkan. Itu yang membuat kita memiliki perasaan mereka ngga mengerti kitaa, mereka ngga sayang kita.. kaya ada satu batasan yang kita dan mereka ngga bisa untuk saling memasuki.. ditambah kesempatan untuk berkomunikasi ngga banyak (tentu dong.. apalagi tuntutan anak jaman sekarang, dan generasi mereka nanti.. sekolah aja pulang jam 5, masih les2 kursus ini itu pula.. apalagi kalo Mom n Dadnya sering ga dirumah.. ),  Ada satu ungkapan yang mengatakan, "makin besar seorang anak, makin sedikit kata2 antara kita"
(apalagi kalo ga tinggal bareng kaya aku ini).

Sebenarnya....
hmm.. sebenarnyaa,..
aku sedang mempersiapkan masa itu untuk Renata.
Semua yang sedang aku susun, aku garap, aku perjuangkan, aku tekuni.. semua itu untuk masa 'terburuk (dan terbaik sebenarnya ;))" dimasa hidupnya.

Kenapa ku memutuskan untuk berada bersama dengan Re, menempatkan itu lebih daripada semua kebutuhan yang ada.. (terutama dalam 5 tahun pertama hidup Re...),
itu semua karena aku mempersiapkan kondisi di masa Remaja Re nantinya.

Aku berharap, dengan mendekatkan diri pada Re sejak dia dalam kandungan.. sampai saat dia lahir, bertumbuh, menjadi anak2, menjadi besar.. Akulah yang menjadi pribadi yang paling dekat dengan dia. Aku menjadi tempat paling nyaman untuknya. Tempat untuk 'pulang'.. tempat untuk istirahat Re saat lelah menghadapi teman2nya.. tempat Re untuk bertanya dan menceritakan masalah2nya.. tempat untuk Re bersandar.. tempat untuk Re mencari penyembuhan untuk luka2 hari yang dia alami di sekolahnya, di persahabatannya, atau dimasalah asmara Re.

Kenapa aku berusaha menciptakan bonding yang begitu kuat antara aku dan Re..
karena aku melihat, lingkungan luar yang harus Re hadapi dijamannya.. pastinya lebih berat dari apa yang harus aku hadapi dalam jamanku. Godaan begitu banyak.. orang jahat juga begitu banyak..  Pribadi yang labil diantara teman2nya karena kurangnya kasih sayang orang tua juga akan lebih banyak lagi.. karena begitu banyak anak2 yang bertumbuh tanpa dekat orang tua dijaman ini. Norma2, nilai2, moral2.. yang dulu kita sempat dapatkan dari orang tua.. akan banyak tidak dialami dan diterima anak2 sekarang dari orang tuanya.

Sungguh..
Bukan masa bayi Re yang sedang aku perjuangkan.
BUkan masa balita Re yang aku tekuni
Bukan masa anak2 Re yang aku kejar
Tapi masa Remaja Re yang sedang aku persiapkan

Sebenarnya ungkapan paling pas adalah.. "Aku sedang mempersiapkan masa2 terburukku dengan Renata" yang kupersiapkan ya itu.. masa remaja Re.. masa kelabilan yang harus Re bisa lewati. Masa2 dimana pengaruh lingkungan dari luar keluarga akan masuk begitu banyak.





Aku ngga menutup kemungkinan banyak kesalahanku sebagai Mommy. Pasti banyak..!! Aku juga ga bisa bilang sama Tuhan yang menitipkan Re, bahwa aku ngga akan pernah menyakiti hatinya, bahwa bukan aku yang akan membuatnya menangis nanti. Aku juga ngga bisa menjamin, Re akan selalu mengerti maksudku. Suatu saat, mungkin akan diperlukan sikap tegas, membatasi, mengambil alih keputusan dll, dan dia tidak bisa menerima maksud baik seorang ibu.




Aku juga ngga menjamin, suatu saat aku menjadi orang yang paling dia tidak ingin temui.
Saat2 seperti itu.. saat2 Re ngga mengerti aku,.. saat2 Re mempertanyakan kembali rasa cintaku.. saat2 Re ngga bisa membayangkan dan mengingat kembali apa yang pernah aku lakukan untuk dia..
Aku ingin Re bisa melihat kembali,.. mengingat dan merasakan kembali setiap sentuhanku.. setiap pikiran2ku tentang dia sepanjang waktu..perasaan2ku sepanjang perjalanan hidup dia, dalam setiap tulisan dan catatan2ku ini.





Aku berharap, .. setiap catatan yang aku buat sesuai dengan perjalanan waktu dan hidup Re.. bisa membukakan Re banyak hal.. yang Re ngga pernah tau atau mengerti aku. Saat2 Re merasa aku terlihat asing.. saat2 Re terluka karena ketegasanku, aku ingin dia tau.. apa yang kulakukan untuk dia. Benar.. atau salah diriku..

Cintaku padanya ngga akan pernah berubah.


Dari semua aspek dua pribadi yang berbeda.. yang membuat Re dan aku nanti memiliki prinsip hidup masing2, yang mungkin sulit untuk saling memahami. Aku ingin Re punya satu pegangan.

Hanya cintaku padanya.. sesuatu yang tidak akan pernah perlu Re pertanyakan.


Hanya cintaku padanya.. sesuatu yang tidak akan pernah menjadi misteri untuk dia.





Wednesday, March 4, 2009

Jika Renata bertanya...



Re sayang,...
mungkin suatu saat Re akan bertanya.. tentang semua keputusan Mom dalam merawat dan membesarkan Re..
semoga Re bisa mendapatkan jawabannya disini..





Jika Re minum susu formula, Re akan membutuhkan biaya 600-700rb tiap bulannya
JIka Re memakai pospak sepanjang hari, Re akan membutuhkan biaya 400-500rb tiap bulannya
Jika Re diasuh Baby sitter, Re akan membutuhkan biaya 700-900rb tiap bulannya
Jika Re makan bubur cepat saji bayi, Re akan membutuhkan biaya 300-400rb tiap bulannya

Jika Mom bekerja di kantor, dan menitipkan Re ke sitter, Mom mungkin akan mendapatkan uang yang cukup untuk membayar semua keperluan Re diatas..


Tapi Re..
Mom memilih..
Mom memberikan ASI untuk susu Re
Mom mentatur Re sedini mungkin, memakaikan popok dan celana kain, dan mencucinya
Mom mengasuh Re di rumah
Mom mengatur makan Re dengan makanan2 buatan rumah.



Semua itu bukannya Mom kikir, Re..
Mungkin Mom bisa memenuhi semua kebutuhan Re dengan uang yang
Mom dapatkan dari bekerja dan meninggalkan Re dirumah..


Tapi sisa uang dari keperluan Re itu..
ngga mampu untuk ditukarkan dengan waktu2 yang hilang bersama Re..

Kelebihan uang yang Mom dapatkan, ..
ngga akan sebanding dengan kehilangan saat2 bersama dengan Re..

Kalo Mom ngga mau mengambil semua keputusan yang pertama tadi..
bukan karena Mom ngga mampu membawa Re ke dokter, jika Re kurang sehat karena tidak minum asi, karena nappy rash.. ataupun bukan karena Mom ngga mampu mengatasi kemarahan dalam pribadi Re yang tak tekendali karena sering mendapati Mom tidak bersama Re setiap waktu.


Tapi kalau Mom mengambil keputusan yang kedua.. itu karena Mom ngga tahan melihat Re sakit..
Mom ngga mau melihat Re sakit.

Lebih baik Mom menahan sakit karena mastitis, rasa nyilu karena ASI yang penuh, rasa sakit yang sangat karena gigitan Re setiap Re akan tumbuh gigi.. daripada melihat Re terbaring lemas karena Re ngga mendapat antibodi yang cukup saat virus2 menjangkiti tubuh anak2 seumuran Re..


Lebih baik Mom kerepotan mencari tempat untuk menyusui dan berpenampilan buruk dengan nursing apron,..atau Mom kerepotan menutupi dada Mom dan mengambil resiko untuk dipandang aneh oleh orang lain.. Daripada Re harus kerepotan karena Re harus meminum suplemen2 atau obat2an untuk membuat Re tetap sehat... atau karena Re berpenampilan buruk karena acap kali badan Re kurang sehat.

Lebih baik Mom terkunci pada kebutuhan Re, tidak bisa berkutik.. daripada kaki Re tidak bisa melesat dengan kencang saat Re beraktivitas, berolah raga.. dan bermain dengan teman2 Re..

Lebih baik Mom kelelahan mengurus Re.. daripada Re kelelahan menunggu Mom pulang dari kantor.

Lebih baik Mom menahan malu karena Mom membawa kantongan popok basah Re, daripada Re harus menahan malu karena keputihan saat Re remaja.

Lebih baik Mom repot mencari uang lebih dari rumah untuk membelikan Re popok kain, mencucinya ulang.. Daripada Re harus kerepotan mencari uang untuk Re berobat ke dokter kandungan saat Re sudah berkeluarga.

Lebih baik Mom mengalami kesulitan membentuk pola makan Re, fokus, dan konsentrasi penuh.. daripada Re kesulitan mengatur n mengendalikan pola makan Re yang salah ketika Re dewasa



Kalau Mom mengambil keputusan yang kedua.. itu karena Mom ingin Re memiliki pribadi yang lebih sehat, penuh rasa aman dan nyaman.. karena dimana Re memandang.. disitu Mom juga sedang memandang Re.. Dimana Re bertanya.. Mom yang akan menjawabnya. Dimana Re belajar sesuatu, Mom yang akan memegang tangan Re dan mengarahkannya dengan benar.








Re sayang.. Mom mengambil keputusan yang kedua..
Karena menurut Mom..
Re pantas mendapatkan semua itu!!




Karena Re telah memberikan sinar terang dalam kehidupan Mom..

Dan saat2 bersama Re, sunguh sangatlah berharga buat Mom

Re yang membuat Mom mampu mengambil.. dan menjalani dengan sungguh, semua keputusan2 terbesar dalam hidup Mom.
Dan Re tau??
Itu semua menyangkut Re..




Jadi biarlah Mom saat ini berjuang...
Mungkin tidak akan mudah..

Tapi dengan memandang Re..
Mom akan mampu melanjutkan perjuangan Mom.
..









thank for coming into my life, girl..
luv u,
Mommy
(yang ngga sanggup kehilangan waktu bermain dengan Re)


RENATA's pospak


Bongkar2 kamar tadi.. ternyata nemu pospaknya Re yg udah bulanan ga kepake. Maklum aja, emang 8 bulan terakhir ini bisa dibilang makin lama makin ga pernah pake pospak.. Emang masih nyediain sih.. kalo2 pas cucian ga ada yang kering trus musti keluar2 rumah. Juga nyediain 2pcs didalam diaper bagku kalo2 pas kurang atau kehabisan Cloth Diaper di tengah2 JJS (Apalagi kapan hari Renata sempet diare karena main ditempat umum dijaman2nya dia suka jilat2.. sampe sungsut 1 kg beratnya).

Di tasku dulu selalu sedia pospak (minim goon atau nappie.. dua2nya punya jepang. Sebenernya udah aku bongkar isi dalamnya... Aku sobek 1pcs, lalu aku tuang isinya kedalam baskom besar. Tuang air..  huah.. isinya gel semua. Yang pastinya bukan dari tumbuh2an/bahan alami. Sayang aku ga punya pilihan lain.. sebel banget), juga aku sediakan Lovemoon yang daily (Supaya daerah organ produksi ngga terkena pospak langsung).

Tadi nemuin itu, sempet bingung.. mau diapain ya ini pospak..
Iseng tadi trus ngintip harganya (dah lama ga inget harga pospak)..
ukuran M, 90.000 isi 44pcs
hmm.. tiba2 iseng menghitung2.. dulu aku keluar duit berapa ya..
berarti 1pcsnya -------> Rp. 90.000/44pcs
huaaaa... ternyata bukan 1.500 rupiah.. tapi 2.000an.
kalo L lebih mahal lagi kali ya..
apalagi XL!!??

jadi hitunganku kemaren harusnya update jadi 2.000/pcs, bukan 1.500

jadi kalo baby pake pospak 2pcs aja sehari, habis 4.000
setahun jadi 1.460.000

kalo baby allday pospak, kira2 sehari 6-8 pospak
kalo 6 pospak aja.. itu berarti di usia dia yang pake uk M, sehari 12.000
setahun keluar duit 4.380.000
HUAAAAAAA...
itu kemaren uang pangkal gymbore katanya 2.5jt, sebulannya 8 kali pertemuan 500.000
kok untuk pospak lebih mahal dari biaya pendidikan anak toodler.




Wednesday, February 25, 2009

Apa dengan DISPOSABLE DIAPER??


Diarsipkan di bawah: Kesehatan — Diena @ 1:35 pm

Setelah disposable diaper dibuat pertama kali oleh Victor Miller di tahun 1950, nama Pampers langsung melejit dan menjadi populer di seluruh dunia. Orangtua merasa senang dengan inovasi popok modern ini. Bagi mereka, disposable diaper adalah solusi yang tepat untuk masalah pipis dan berak para bayi. Selain bayi bisa tidur tenang karena “tidak terganggu” basah, orangtua pun senang karena tidak perlu mendengar tangis bayi karena ngompol. Tapi beberapa waktu lalu, sebuah penelitian memaparkan kalau disposable diaper sangat tidak aman bagi bayi. Selain masalah ruam popok, disposable diaper disebut-sebut sebagai salah satu pemicu munculnya kanker dan kemandulan.

Seorang ibu rumah tangga bercerita kalau bayinya yang berumur satu bulan mengalami ruam popok setelah memakai disposable diaper. Ia mencoba beberapa diaper dari yang murah hingga yang mahal (produk impor) tapi hasilnya tetap sama, daerah di sekitar pantat bayi menjadi kemerahan dan nampak lecet. Ia berpikir kalau disposable diaper akan membuat bayinya tetap kering seperti yang diiklankan di televisi, dan terhindar dari ruam popok. Tapi nyatanya?. Bayi mungilnya tak urung sembuh. Pada akhirnya, ia memutuskan untuk kembali ke popok kain. Memang pada awalnya, ia rela membayar mahal demi kenyamanan bayinya dengan popok modern. Namun setelah berpikir untung ruginya, ia menyadari kalau popok kain adalah pilihan terbaik untuk putranya. Lain halnya dengan ibu tadi yang hanya dipusingkan dengan masalah ruam popok, Consumer Protection Agency melaporkan masalah sehubungan dengan pemakaian disposable diaper, mulai dari pembakaran bahan kimia, pemakaian bahan kimia berbahaya dan bau insektisida sampai kelakuan bayi yang sering menarik dan meletakkan disposable diaper ke hidungnya atau mulutnya.


Menurut laporan Journal of Pediatrics terdapat 54% bayi berumur 1 bulan yang mengalami ruam popok setelah memakai disposable diaper. Dalam artikel yang berjudul Disposable Diapers : Potential Health Hazards, Cathy Allison menyatakan kalau Procter & Gamble (produsen Pampers dan Huggies) melalui penelitiannya memperoleh data mencengangkan. Angka ruam popok pada bayi yang menggunakan disposable diaper meningkat dari 7,1% hingga 61%. Sementara itu Mark Fearer dalam artikelnya yang berjudul Diaper Debate-Not Over Yet menyatakan beberapa hasil studi medis menunjukkan angka peningkatan ruam popok dari 7% pada tahun 1955 sampai 78% pada tahun 1991.


Penyebaran ruam popok merupakan fenomena yang terjadi di permukaan disposable diaper. Hal itu disebabkan oleh alergi terhadap bahan kimia, kurangnya udara, temperatur tinggi karena dilapisi plastik yang sifatnya mempertahankan kalor (panas) di area popok, dan bayi jarang ganti karena mereka merasa kering meskipun pantat dalam keadaan lembab (basah).


Sebenarnya masalah ruam popok bisa diatasi dengan mengganti diaper sesering mungkin. Procter & Gamble melaporkan kalau rata-rata konsumen produk mereka mengganti diaper 5 kali sehari. Tapi beberapa peneliti dan ahli medis menyarankan agar mengganti diaper setiap 2 jam sekali. Jika masalahnya hanya ruam popok mungkin masih bisa dianggap enteng, orangtua hanya perlu membayar lebih mahal (dengan sering mengganti diaper) supaya bayinya bebas ruam popok. Tapi bagaimana dengan isu kanker dan kemandulan yang dikait-kaitkan dengan disposable diaper?

Pemicu Kanker dan Kemandulan
Pada tahun 2000 beberapa peneliti dari Universitas Kiel, Jerman melakukan sebuah riset mengenai Archives of Desease in Childhood yang dimuat dalam British Medical Journal. Penelitian yang melibatkan 48 bayi laki-laki itu dilakukan selama setahun untuk mengetahui efek yang ditimbulkan oleh disposable diaper. Para peneliti yang melakukan studi tersebut melaporkan bahwa bayi laki-laki yang menggunakan disposable diaper temperatur skortumnya (kantung kemaluan) mengalami kenaikan beberapa derajat dibanding yang tidak memakai. Bagi seorang bayi laki-laki yang skortumnya sedang berkembang, hal tersebut merupakan perkara yang serius. Karena untuk memproduksi sperma dalam jumlah yang banyak, skortum harus bisa menjaga temperatur testis supaya suhunya lebih rendah dari suhu badan. Oleh sebab itu kenaikan satu derajat pun akan merusak kinerja skortum sebagai “mesin pendingin” testis. Tentu saja fenomena ini akan membuat produksi sperma terganggu, yang berarti kesuburan pria akan menurun. Peneliti yang melakukan studi tersebut menyatakan, “peningkatan temperatur skortum yang disebabkan oleh pemakaian disposable diaper akan mempengaruhi kualitas sperma bayi laki-laki dan meningkatkan angka terjadinya kanker testis di usia dewasa.” Mereka juga mengatakan kalau fisiologi mekanisme pendingin testis mengalami kerusakan secara signifikan.
Dalam melakukan studinya mereka juga meneliti pria Eropa yang lahir pada tahun 1975 (tidak lama setelah disposable diaper menjadi begitu populer dan digandrungi). Para peneliti itu terkejut dengan penemuannya, ternyata jumlah sperma pria Eropa mengalami penurunan hingga 25% dalam 25 tahun terakhir. Sekitar 27000 pria Inggris yang sudah menikah menjalani perawatan ketidaksuburan setiap tahunnya, dan angka kejadiannya meningkat hingga 55% pada tahun 1995. Tim Hedgley, ketua National Fertility Assosiation mengatakan, “penelitian ini begitu mengejutkan dan penting untuk diketahui.”
Sementara itu, Dr. Simon Fishel, direktur Centre of Assisted Reproduction (Nottingham, Inggris) mengatakan, “teori tersebut sangat masuk akal dan saya tidak terkejut dengan hasilnya. Bagaimana pun disposable diaper dapat meningkatkan temperatur skortum bayi laki-laki dan tentu saja hal itu merupakan masalah besar karena kinerja skortum akan terganggu.” Sayangnya produksi besar-besaran disposable diaper tidak disertai penelitian terlebih dahulu terhadap efek sampingnya. Sehingga ada kemungkinan angka kejadian akan terus meningkat seiring dengan kurangnya pemahaman masyarakat tentang efek jangka panjang yang ditimbulkan oleh pemakaian disposable diaper.

Bahan Kimia Berbahaya

dalam Disposable Diaper
Isu kenyamanan yang digencarkan oleh produsen diaper selalu berkisar pada masalah daya serap tinggi yang membuat kulit bayi tetap kering. Yah, tentu saja, Sodium Polyacrylate memang bisa bekerja sebagai super absorbent yang hebat, bahan yang berbentuk serbuk sebelum dicampurkan pada lapisan dalam disposable diaper memiliki daya serap lebih dari 100 kali dari beratnya di dalam air. Bahan kimia inilah yang mengubah cairan menjadi gel yang akan menempel di kulit bayi dan menimbulkan reaksi alergi. Disamping itu, bahan ini juga dicurigai sebagai biang keladi iritasi kulit dan demam. Ketika disuntikkan pada tikus percobaan menimbulkan hemorhage, kegagalan kardivaskuler, bahkan kematian. Anak-anak bisa terbunuh jika menelan 5 gram Sodium Polycrylate. Selain itu, bahan ini juga merusak daya tahan tubuh dan menurunkan berat badan para pekerja pabrik yang memproduksinya.


Bahan kimia lain yang terkenal tingkat bahayanya adalah dioxin. Dioxin dihasilkan dari proses produksi pemutih kertas. Sementara itu proses produksi disposable diaper menggunakan dioxin dalam bentuk gas klorin. Dalam artikel yang berjudul “Whitewash; Exposing the health and environmental dangers of woman’s sanitary product and dsposable diaper - what you can do about it”, Liz Amstrong dan Adrienne Scott menyatakan kebanyakan industri kertas melakukan proses pemutihan dengan menggunakan pulp whiter daripada klorin. Penyebabnya tak lain adalah bahan kimia yang termasuk dalam organoklorin (termasuk di dalamnya dioxin) ini sangat beracun dan bersifat persisten (menetap dalam tubuh).


Tributyl Tin (TBT) juga termasuk bahan yang digunakan dalam produksi disposable diaper. Bahan kimia ini selain menyebabkan pencemaran lingkungan juga sangat beracun. Penyebarannya bisa melalui kulit, jadi bisa dibayangkan tingkat bahayanya kalau kulit bayi yang sensitif memakai diaper yang mengandung TBT. Karena saking beracunnya bahan kimia ini dalam konsentrasi yang sangat kecil pun bisa mengakibatkan gangguan hormon disamping mengganggu sistem kekebalan tubuh. Tak tanggung-tanggung, orangtua yang memiliki bayi laki-laki perlu waspada karena bahan ini bisa menyebabkan kemandulan (pada bayi laki-laki). Ginny Caldwell dalam artikelnya yang berjudul Diapers. Disposable or Cotton?, menyatakan bahwa kerusakan dalam sistem saraf pusat, ginjal dan lever bisa disebabkan oleh bahan-bahan kimia berbahaya yang ditemukan dalam disposable diaper.


Pada tahun 1999 The Archive of Environtmental Health melaporkan sebuah studi yang dilakukan oleh Anderson Laboratories. Dalam studi tersebut mereka membuka kemasan diaper lalu meletakkannya di dekat tikus-tikus percobaan. Tikus-tikus yang terekspos diaper tersebut menderita bronchoconstriction yang menyerupai serangan asma Tak hanya itu, tikus-tikus tersebut juga mengalami iritasi mata, kulit dan tenggorokan. Di dalam sebuah ruangan yang luas sekalipun emisi dari disposable diaper cukup mampu membuat tikus-tikus ini terserang asma. Bahan kimia yang ditemukan dalam disposable diaper yang mampu menyebabkan iritasi tenggorokan antara lain tolune, xylene, ethylbenzene, styrene, dan isopropylbenzene.


Tentu saja berbeda dengan popok kain yang terkenal aman karena tidak mengandung bahan kimia. Tikus-tikus percobaan tidak mengalami gangguan pernafasan seperti tikus-tikus yang terkena emisi diaposable diaper. Jadi sekarang saatnya mempertimbangkan lagi penggunaan disposable diaper supaya bayi aman dari efek jangka panjang yang ditimbulkan oleh disposable diaper.

STOP dong pemakaian POSPAK!! .. please.. ayo lebih peduli lagi



Akhir2 ini mulai rame pertanyaan2 yang muncul di milis2 n forum2.
Salah satunya,
"saya menggunakan pospak untuk anak saya selama hampir sehari penuh, karena saya bekerja dan sehari2 hanya bersama dengan neneknya. Apa sih efek samping dari penggunaan pospak ini?"
"Kenapa sih pada rame cloth diaper di luar negeri.. banyak banget toko2 yang jual popok kain?"





Efek sampingnya yang aku tau;

1. Yang jelas ada di kantong..
(tapi kalo yang ini deal antara mom dengan kondisi keuangan)

ilustrasinya:

part time:
apabila 1 bayi menggunakan 2 pospak tiap harinya, asumsi 1 pcs pospak harganya 1500, sehari biaya yang dikeluarkan untuk pospak
2pcs x Rp. 1.500 =Rp. 3.000.
Dalam setahun, pengeluaran kita untuk pospak Rp 3.000 x 365 hari = Rp. 1.095.000

full time:
apabila 1 bayi menggunakan 7 pospak tiap harinya, asumsi 1 pcs pospak harganya 1500, sehari biaya yang dikeluarkan untuk pospak
7pcsR xp.  1.500 =Rp. 10.500.
Dalam setahun, pengeluaran kita untuk pospak Rp 10.500 x 365hari = Rp. 3.832.500
coba kira2, berapa lama dia akan menggunakan pospak..
jika dua tahun, di kali dua
jika tiga tahun, di kali tiga
itu belum termasuk krem2 dan biaya lain2 untuk mengobati iritasinya.


 
2. masalah limbah untuk masa depan dia dan bayi2 lainnya

aku sering bilang kepada beberapa orang, "Jika melihat bayi menggunakan pospak, kamu berhak untuk marah". Di negara maju, sudah ada tahap kesadaran sampai ke tahap ini. Mereka bersama2, bahu membahu, mengambil andil dalam mempertahankan kondisi bumi untuk anak dan cucu mereka. Kepraktisan yang di ambil sebagai jalan keluar oleh seseorang, agak tidak adil untuk menimpakan efeknya untuk anak2nya.
Sebuah pospak, memiliki masa 300-500 tahun untuk dapat teruraikan didalam tanah (plastik membutuhkan 1000tahun). Itu berarti asumsi jika tiap orang memiliki bayi pada usia 30 tahun, maka akan ada sekitar 15 bayi dalam keturunan itu (asumsi 420tahun terurai)

ilustrasi:
jika setiap bayi menggunakan pospak selama 2 tahun saja. maka jumlah pospak diatas:
7pcs x 365hari = 2.555 pcs pospak
2.555pcs (setahun) x 2tahun = 5.110pcs pospak
untuk 15 keturunan x 5.110pcs = 76.650pcs pospak
 
anggap saja setelah 420tahun, pospak pertama terurai.
jadi setiap 2.555pcs pospak terurai, ada 76.650pcs pospak masih tertumpuk dari 1 keturunan (bukan 1 keluarga.. lebih ngeri menghitungnya.. karena bisa ada percabangan keturunan. Tiap berkeluarga diasumsikan memiliki 2-3 anak).
Bisa dibayangkan 76.500pcs pospak itu sebesar apa kalo dikumpulkan. Bayangkan itu 400 tahun lagi. Saat bumi ditinggali oleh keturunan kita, anak dari anak kita, cucu dari cucu kita. Itu jika tiap bayi cuman pake 2 tahun.
 
Coba bayangkan pula.. jika setiap personel dalam keluarga mengambil keputusan yang sama untuk anaknya.

Dalam 1 kota, kira-kira 400 tahun lagi,
Berapa banyak limbah yang harus mereka hadapi.
Kehidupan seperti apa yang harus mereka jalani.
Bagaimana tanah mereka? Apakah pohon masih bisa tumbuh dengan subur?

Bagaimana air mereka? Apakah masih cukup untuk mereka minum? (sebagai info, jika kita membeli 1 botol air mineral, sama saja dengan kita mengkonsumsi air 6 liter.
Karena diperlukan 5 liter untuk mendaur ulang 1 botol plastik)

Lalu bagaimana dengan kelayakan air minum? apakah air masih layak untuk mereka minum?
Apakah kehidupan mereka nanti akan dihabiskan untuk berjuang menemukan penemuan2 baruhanya untuk survive hidup lebih lama tanpa sakit penyakit?
Sedang kita saja saat ini sudah menganggap air kota tidak layak untuk diminum. Jadi sebenarnya apa sih, yang sedang kita berikan untuk mereka?
 
Mungkin beberapa orang menjawab dengan mudahnya, "daur ulang dong.."
pernah tau daur ulang? daur ulang itu sebenarnya adalah salah satu jalan termudah untuk survive, walau kondisinya akan seperti lingkaran setan. Sampah dibiarkan akan menumpuk,...  sampah dipendam akan merusak kesuburan tanah,...  sampah didaur ulang akan membutuhkan bahan2 kimia yang harus dipakai.... Dan dari ilustrasi daur ulang botol air mineral tadi.. aku rasa, kita semua sudah mengerti, bahwa juga itu bukan jalan keluar.
 
Aku pernah mengikuti demonstrasi dan ilustrasi yang terjadi di masa depan, dengan kondisi cara kita hidup sekarang. Kemungkinan kehidupan yang dijalani oleh anak2 kita akan lebih berat, karena air semakin sedikit, juga ada efek rumah kaca, limbah yang tak terdaur ulang banyak, yang terdaur ulang menghabiskan volume air di bumi.

 
3. Efek jangka panjang dari bahan kimia

Siapa yang masih tidak tau kalau bahan dari pospak itu adalah kertas dan pulp daur ulang?
Siapa yang masih bilang itu kapas dan gelnya dari tumbuh2an alami.. bukan dari bahan sintetis? Siapa yang berani bilang itu 100% aman?

Tentang bahan gel dari disposable diaper, baca disini:
http://www.envivant.com/2008/06/04/super-absorbers-in-disposable-diapers/

Lembaga perdaur ulangan kertas saja menyatakan perpaduan kertas dan pulp itu mengeluarkan suatu zat yang disebut dioksin. (baca lengkap: http://www.terranet.or.id/tulisandetil.php?id=1306)
Zat dioksin ini memiliki efek buruk untuk jangka panjang. zat kimia=kanker dan sumber penyakit lain, itu jelas.
(baca lengkap dioksin dibagian bawah sendiri artikel disini: http://roysianipar.wordpress.com/porsea-here-is-your-price-to-learn-about-your-paper-industry-toba-pulp/ )

belum lagi pemutih (khlor) yang digunakan untuk memutihkan koran2, dus2 sampah, kertas bekas bungkus nasi di sampah, dan kertas2 yang yang di pul ke pusat pendaur ulangan kertas.. itu dampaknya buruk untuk tubuh kita. Klor memang digunakan untuk mensterilkan. Iya benar.. tapi ada harga yang harus dibayar pada saat menggunakan klor.

Seorang teman, dokter bedah di komunitasku, pernah bercerita.. "klor memang digunakan untuk mensterilkan. Tapi berefek buruk jika bersentuhan langsung dengan tubuh manusia. Kami kalo membedah orang, klor digunakan untuk mensteril alat2 operasi. Tapi itu karena insidentil. Tidak diijinkan untuk penggunaan lebih dari itu. Seandainya ada pilihan lain, kami akan ambil pilihan lain itu. Jadi penggunaan klor diruang operasi, itu seperti buah simalakama." Lha.. kenapa kita mengijinkan itu untuk dikonsumsi bayi2 kita? apalagi sampai 24jam sehari.

Pernah tau kan, koran dan buletin, itu mencetaknya menggunakan mercuri dan minyak gas. Setahuku, mercuri itu sebuah zat, minyak gas juga. Dan itu tidak akan hilang karena diputihkan saja, dan karena disterilkan. Steril itu untuk melawan bakteri, tapi tidak untuk bahan kimia lain.
So. berapa banyak penumpukan zat kimia yang ada di pospak anak kita.
 

Aku rasa sebenarnya tidak perlu menjawab pertanyaan tentang masalah2 nappy rash, iritasi, gatal2, merah2 dll yang dialami buah hati kita saat menggunakan pospak. Seorang teman yang sensitif penah bercerita mencoba menempelkan pospak yang cukup bermerk dilengan bagian dalamnya. Ternyata kulitnya memerah dan gatal2. Kasian kan.. kulit bayi yang kita dengan soknya bilang "ngga baik kan terkena detergen, kulitnya masih sensitif.. " tapi dengan gampangnya kita menempelkan bahan terburuk yang mengandung dioksin dan khlor kebagian tubuh yang paling sensitif (dan terbuka ke organ dalamnya, tentunya).


Beberapa saat yang lalu, memang sempat rame berita, bahwa di eropa dan negara2 maju lainnya, banyak orangtua2 yang kembali ke popok kain. Mereka bertahan untuk kembali ke popok kain yang sekali pipis langsung diganti. Akan tetapi ini menjadi masalah (walau mereka bertahan), pada saat mulai masuk musim dingin. Bisa dibayangkan pada saat suhu dibawah nol, bayi2 masih harus membuka pakaian mereka dan kebasahan.
Akhirnya memunculkan inovasi menciptakan popok kain yang bisa menggantikan pospak. Bisa beberapa kali pipis.
Ini sudah terjadi beberapa tahun terakhir. Penjualan pospak di negara2 maju mulai menurun. Mereka peduli akan masa depan anak2 mereka dan negara mereka.
Sekarang yang lagi rame malah lebih maju lagi. Cloth Diaper (popok kain) yang mereka gunakan berasal dari bahan2 organic (organic disini maksudnya berasal dari tanaman non pestisida, full cotton dan amat mudah di daur ulang).
Terakhir.. bukan hanya popok kain mereka. Tapi kain2 dan baju2, handuk dan segala jensi kain.. Bahkan mainan2 anak2, yang berasa dari kayu, kertas dll.. semuanya organic. Mudah didaur ulang.
 



Terasakah dampaknya untuk kita saat ini? Terasakan dampaknya untuk mereka sehingga mereka begitu peduli? Menurutku, mereka sangat mencintai dan peduli pada anak2 dan keturunan mereka.
 
Lalu.. masih bisa bilang sayangkah kita pada anak2, cucu2 dan keturunan kita jika kita bercermin dari mereka?
Atau kita ternyata sebenarnya hanya memikirkan diri kita sendiri?

coba baca juga ulasan ini: http://renatashopshop.multiply.com/journal






nb: maap mom kalo agak pedas blogku kali ini.
Aku ngomong gini bukan karena aku sekarang jualan cloth diaper. Yang bisa aku jual sih macam2.. kapan hari malah ada yang mau ngeresellerin pospak ditempatku. Aku tolak!! Rabatnya masih 3 kali lipat rabatnya cloth diaper yang aku tawarin.
Aku cuma prihatin banget sama cara berpikir yg menurutku kurang memperhitungkan secara jangka panjang n secara global.

Aku ga suka kalo ada bayi pake pospak, atau kalo ada mom2 pakein anaknya pospak.
Why?
Karena itu berefek untuk Renata juga nantinya. Bukan berefek buat dia aja.
Renata juga menghuni bumi dan negara yang sama dengan dia. Tanah yang sama yang akan Renata huni dengan bayi2 itu. Pospak mereka akan memenuhi tanah yang akan Renata diami, juga air yang Renata minum.


baca juga link lain:
http://dienaulfaty.wordpress.com/2008/03/20/popok-bayi-modern-pun-bisa-sebabkan-mandul/#comment-128
http://www.realdiaperassociation.org/diaperfacts.php
http://www.care2.com/greenliving/cloth-or-disposable-diapers.html
http://www.envivant.com/2008/06/04/super-absorbers-in-disposable-diapers/
http://www.mums-blog.co.uk/archives/169
http://www.diaperjungle.com/why-use-cloth-diapers.html
http://www.thediaperhyena.com/ichosecloth.htm
http://www.time.com/time/magazine/article/0,9171,1702357,00.html
http://www.essortment.com/all/clothdiapersba_rjem.htm

Wednesday, February 11, 2009

Susahnya memilih fotooooo... ampun deh

Kebiasaan suami deh.. kalo moto se ajibun ajibun. Ga melihat kekuatan sendiri.
Udah komplain dari dua tahun lalu, tapi teteeep aja gada perkembangan. Sekali berangkat prewedding, 10 memory card dibawa. Masing2 rata2 1GB. Pulang2 kalo diturutin, dengan dua photographer, penuh semua. OMG. Satu pengantin fotonya bisa 500-1000lembar.

Kalo moto enak sih.. tingga jeprat jepret. Jujur aja.. moto moment itu emang bikin kaya ketagihan. Kalo lia ada apa dikit pengennya "tembak!!" "jeprett!!"
alhasil ya begini ini. Wheuuffhh...!!

Hmm.. malam ini aku suntuk banget. Bukan malam ini tepatnya..sejak kemaren malam. 14 feb ada resepsi pernikahan. Jadi foto displaynya harus selesai sebelum itu. Belum lagi foto clip preweddingnya. Semua sih ga masalah.

Ini hal sebenarnya:
"lebih baik ngedesain n retouch foto daripada memilih foto.. :(( huaaaaa..."
aku paling benci kalo disuruh milih foto... taunya apa, suamiku juga paling ga suka milih foto. Kenapa? Karena fotografer ga akan sanggup membuang foto. Jadi ini akan menjadi pekerjaan yang amat melelahkan.

Seperti malam ini, aku yang didepan kompy yang susye..
dari 700 foto, aku harus menyisakan 40 foto untuk foto klip. aku harus membuang sekitar 660foto. ini masih sisa 200an huaaaaymmm.. ngantuk bgt.
Apalagi kalo udah anak model yang difoto, ampun dah.. semua bagus2. mana bisa mendelete-nya.

Huaahh..
semangat!!.. Semangaaaattt!!!


(itu salah satu foto wedding yang selesai.. masih berapa couple lagi ya.. *intip2*
Happy Wedding Dian & Dicky!!.. salah satu foto2 favoritku)

Wednesday, September 3, 2008

Alasan terbesar kenapa aku suruh orang pake LOVEMOON

Kenapa aku niat banget nyebarin berita ini?? Karena sekarang kita sudah punya pilihan. Dulu kita ngga punya pilihan. Dan aku lihat, banyak orang masih ngga ngerti dari bahan apa sih tissue itu.. dari bahan apa sih kertas itu.. dari bahan apa sih koran itu. dll.. dll..

sedihnya banyak yang ngga ngerti, padahal ini penting banget. Pikirnya cuman barang sekali pake.. tapi coba deh kalo mau perhatian dikit.. googling kek.. cari2 info..
salah satu info yang sama persis dengan apa yang aku dapatkan dari seorang teman yang pernah kerja di bidang pendaurulangan kertas ada di link ini..
ini dari ECOTON  (Ecological Observation And Wetlands Conservation)  

http://www.terranet.or.id/tulisandetil.php?id=1306

sebenernya sih udah mulai tau sejak 3 tahun lalu, tapi gimana lagi,.. aku ga punya pilihan.
Tapi sejak ada Re, aku coba untuk hidup lebih menjauh dari pemicu masalah. Misalnya, pas Re newborn, pas abis nyebokin dia pake kapas basah, aku lebih prefer untuk tepuk2 dengan handuk kecil atau alas ompolnya untuk ngeringinnya ketimbang dengan tissue ataupun tissue basah, apalagi yang berpewangi. Untuk nyucinya pun aku pake sabun mandi, bukan detergen yang sebenernya kurang baik itu.. n ga bisa diproses alam.

Aku pribadi sebenernya kurang interest untuk lap pake tissue pas ke toilet umum dll..
hiyy..
sebelumnya sih kadang masih lupa n toleransi, tapi suatu waktu, pas di suatu acara, aku abis ngedulang Re.. n lupa bawa lap, tanteku yang jarang banget ketemu koment pas aku ambil tissue n tepuk di pipi Re "Eh!! jangan sampe kena mulut!!"
Aku jawab "Iya tante.."
Trus dia nerusin.. 
"kalo tante saranin ya.. mending kamu balik ke jaman dulu deh.. lebih safety.. bawa aja lap untuk mulutnya. Ga apa2 nyuci, repot dikit tapi aman.. kalo ga suka detergen, pake aja sabun mandi (udah pake sabun mandi selama 10 bulan untuk cuci baju Renata). Duuh.. tissue itu ga ada bagus2nya. Diaper itu juga.. sama aja!!"
 
teguran dia yang keras n to the point itu ngingetin aku, jadinya sejak saat itu mesti bawa2 slaber handuk, lap handuk dan kantong untuk bungkus lap yang basah/kotor.
 
Tissue itu juga ada chlornya.. temanku punya saudara, dokter bedah.. pernah cerita, untuk chlor emang dipake untuk mensteril, tapi dalam jangka panjang, chlor sebenernya ngga baik untuk tubuh. Untuk pembedahan,. alat2 yang digunakan terkadang sterilisasinya menggunakan chlor. Lha trus?? ya mau gimana lagi.. dokter itu bilang.. Ya terpaksa.. tapi kan ngga untuk disentuhkan ke tubuh terus menerus. Itu kan urgent. Tapi kalo pemakaian secara berkala.. ya bikin masalah untuk tubuh kita.

Tempo hari sempet nemenin suami aku lihat2 deretan pembalut di hipermarket2. Dia semangat banget untuk ngecekin pembalut2 yang beredar di Indo, pengen tau perkembangannya seperti apa (dia juga yang semangat banget suruh aku menghentikan pemakaian pembalut yang lama.. dia bialng mending dia kerja keras untuk belikan aku pembalut yang sehat ketimbang yang mengeluarkan dioksin, duh.. jadi terharu..)

Benernya kesana ada tujuannya.. sebelumnya sempet obrak abrik isi pembalut yang ada dan pernah aku pake.. salah satunya produk import yang ada di supermarket2.. Dan produk import ini punya lapisan dan daya serap yang 50%nya hampir menyamai Lovemoon, sayanganya lapisan terbawah dia masih plastik, jadi tetep ga ada udara yang bisa meminimalisasi kelembaban yang notabene biiangnya bakteri dan jamur, juga lapisannya cuman 5, gelnya bukan dari tumbuh2an, tapi buatan.. yang paling penting.. ga ada anionnya lah.. jadi ga bisa buat ngilangin pegel2 pas mens dll..(hehe..)

Pas disana, aku tunjukkan ke suami, kalo sekarang (setelah hingar bingarnya pembalut daur ulang itu ngga sehat mulai tercium masyarakat) muncul pembalut2 import yang made in japan, made in thailand dll.. seperti produknya L****R yang S**MG**RD, atau apa lagi ya.. lupa aku..
soalnya denger2 dari temen yang di japan, produk ini disana kualitas ngga kaya yang di indo punya.. jadi kalo import bagus dong..
dan sebelum aku pake Lovemoon, aku pake ini dan aku bilang TOP BGT deh..
kualitasnya sekilas unda undi dengan Lovemoon. Cuman Lovemoon emang lebih kaya ngga pake dan haidku jadi lancar karena anionnya.

Aku sempet sumringah melihat bagusnya perkembangan ini.. wah ada produk yang paling ngga bukan dari daur ulang kertas, jadi bisa diminimalisasi.. tinggal diaper aja..
Tapi pas suami nanya.. "harga berapaan?"
Dieengg!! cuman 8rb-10rb..
bkannya apa..
aku ga tau.. harga murahnya ini kabar baik atau kabar buruk ya..
soalnya kalo dinegara asalnya harganya berkisar 80-100rb.

Kok bisa disini dijual 10%nya...
pas aku bolak balik.. hiks.. ngga ada tanggal kadaluarsanya. sama kaya diapernya Re.. Goon n Nappie.. yang dari japan tapi ngga ada kadaluarsanya. mateeengg, deh..

Aku berandai2, seandainya tanggal kadaluarsanya tertera ya..
Tapi suamiku bilang.. "meski tanggal kadaluarsanya tertera.. kamu bakal percaya gitu aja?? dari harganya itu lho.. itu produk yang di jepang kondisinya bagaimana, kok bisa dibawa ke indo dengan harga kaya gitu.."
Teringat juga teman yang bekerja di sebuah supermarket import.. yang keluar gara2 bersitegang dengan atasan masalah penggantian tanggal kadaluarsa dimundurkan 6 bulan.

Duh, kapan negaraku bisa memasukan produk terbaik.
Jadi inget juga pas sidaknya kode etik plastik di luar sono.. pas AVENT kena dan produk2 ditarik dari peredaran. Tiba2 aja dengan ajaib babyshop2 dipenuhi dengan produk2 avent yang dulunya susye amat cari kelengkapannya.
Pas abis baca di inet kalo Avent di kanada begini begitu.. pas ke babyshop aku sempet diem  beberapa saat sambil ketap ketip shock liat barang yang di hancurin di kanada di serbu ibu2 di sebelahku.. mau ngomong tapi gimanaaaa... tapi pas lihat si kecilnya yang lucu digendongannya, kok ya gimanaaaa...

Aku selalu bilang.. jadi agen ga jadi agen, pembalutnya yang penting dipake.. cari infonya, apa sih bedanya..
kenapa yang dulu.. coba masuk ke ECOLON deh.. disana sangat sistematis.. kalo masih lom jelas.. coba ngelamar aja di tempat pendaur ulangan kertas. Ntar kan lihat sendiri bagaimana koran yang cetaknya pake timbal itu disulap jadi barang2 sekali pakai kita. Masih ditambah chlore pula biar putih.. Timbalnya ilang ngga ya.. minyak gasnya ilang ga ya..

Yang jelas.. aku ga mau ah..
Aku lagi nunggu2 diapernya yang bakal keluar akhir tahun. aku bener2 ga sreg sama diaper tanpa tanggal kadaluarsa ini.



Duh, maap ya.. sharenya ceplas ceplos begini..