Tadi ada rame mom's chat di YM..
pada curhat FTM ke aku. Pas jadi FTM, kepikiran FTW, pas jadi FTW.. pengen jadi FTM mendidik sendiri anak2.
Nanya ke aku kok bisa Full Time Mom. Apa ga kepikiran duit sebelumnya? nanya juga kondisiku secara gamblang kaya apa dulu dan sekarang (tau gitu tadi konferensi aja ya).
Semua bermula dari catatanku untuk Renata. Sebenernya sih itu bukan tentang Full Time jadi Mom, sih.. itu hanya karena ada orang cerita di milis, anaknya nanya ke mamanya (lihat mama tetangga berangkat kerja tiap hari), "kenapa mama tidak bekerja". Mungkin suatu saat aku akan mendapati pertanyaan dari Renata, "kenapa Mama ngga kerja (ngantor, maksudnya)".
Hei hei..
jangan salah lho..
aku ini Full Time Working Mom juga..
kalo ngga, lak aku ga jualan lho..
ga buka studio foto, ga terima bikin label baju dari kalian..
ga produksi nursing stuff, ga cari2 kain..
ga bikin logo2 dan maskot2 perusahaan..
Kenapa terlihat semudah itu? Aku punya pertimbangan dalam tentang hal ini. Hmm. mungkin karena aku udah menginginkan hal ini sedari aku SMA. Aku suka bgt kerja.. Suamiku bilang aku workaholic..
retouch.. retouch.. n retouch..
Bikin sesuatu yang baru..
Itupun pulang kerumah karena suami ingin aku ga mikir kerjaan aja..
Begitu Renata hampir lahir.. aku membawa komputer induk studio ke rumah. Buka speedy dan pantau kerjaan anak buah bagian desain via internet (sebenernya ini awal mula aku iseng kerja online). Tapi ada sisi psikis yang aku pertimbangkan untuk anak, sehingga pertimbangan ini naik menjadi yang terutama.
Dan aku mulai kembali menerima orderan graphic design.
bikin maskot, logo .. hmm. asik bgt.
Abis itu alas ompol pembuka jalan datang..
Jualan alas ompol karena gemas dengan kulitas alas ompol jaman modern (yang lebih cenderung asal gambar bagus.. tapi bayi basah).
Terus disela aktif dalam membantu new mom untuk laktasi dan relaktasi (menyusui kembali), aku bikin nursing apron.
Terinspirasi dari skoliosisku yang ngga mampu menopang Renata lama2 untuk menyusui.. aku berusaha mencari model nursing pillow yang bisa membuatku lebih enak untuk menyusui renata. Dari yang beli nursing pillow berbentuk U.. ngga nyaman, sampe cari inspirasi dengan mengikat guling ke pinggang. Sampe akhirnya bikin Nursing Pillow ini. mestinya masih ada satu ideku untuk bikin mengatasi kalian yang udah terlanjur beli pillow U.. tapi aku masih malas bikin produk baru. Ribet nyobain pola2nya, bongkar dll.
nah.. kalo aku jumlahin pendapatanku dari waktu menjadi supervisor store di salah satu babyshop besar di Sby, sama pendapatan yang kudapat dari rumah setelah menjadi FTM dan FTW (yang ini malah bener2 FTW lho.. soalnya jam kerjaku 24 jam sehari, aku bagi antara desain untuk studio, desain untuk graphic desainku sendiri, ngurusin baGGo label, riwa riwi ngurusin ke produksi n cari motif kain glondongan untuk BIG HUG nursing stuff, nemuin sales n supplier2 untuk tokonya Renata, lalu terakhir ya ngelayani buyer2 di toko Renata ini) setelah dikurangi biaya speedy unlimited.. masih lebih besar yang kudapat dari setelah memutuskan 'pulang ke rumah'.
Kegiatan lainnya ya paling2 seminggu satu-dua kali kumpul komunitas gerejaku tercinta.
Sela2 waktu itu, aku nenenin Renata, nemenin Renata main, ngedulang Renata (untung sekarang dia udah bisa pipis sendiri di potty sama mulai makan sendiri). Yang jelas, aku bisa memantau kegiatan Renata, saat dia butuh.. aku ada.
Untuk yang Mom yang mempermasalahkan pendapatan, sebenarnya ga masalah.. aku malah jadi satu contoh pendapatan setelah mengambil keputusan untuk 'pulang kerumah' hiks.. malah ternyata diberkati dengan luar biasa sama Tuhan. Ini malah suami yang tertarik join ke aku. Malah besarnya disini. Aku juga bangga bisa membuktikan sama dia kalo aku sebagai FTM bisa memenuhi kebutuhanku sendiri dan kebutuhan Renata. Termasuk biaya asuransi Renata dan aku, juga diambil dari sini. Dia cukup supply kebutuhan rumah, n nyisihin uang untuk dipake modal pameran lagi. Untuk Renatashopshop ini mungkin beberapa saat lagi akan menjadi lebih formil sedikit.. n berubah sistem sekitar 40%.. karena aku akan hire orang untuk menjalankannya, dan aku fokus ke bagian2 lainnya. Lumayan bisa bernafas lega.. dan akan lebih banyak yang bisa terlayani (maap ya Mom.. yang ga sempat aku layani). Sekarang udah ada 2 komputer di rumah, yang satunya masih paruh2 terpakai untuk renatashopshop.
Untuk amannya, memang lebih baik mencari ide, apa yang bisa dikerjakan setelah resign.
Dari dulu aku emang mau mencoba, mau menguji.. gara2nya banyak baca di milis keluhan2 ibu FTW yang pengen jadi FTM tapi bingung kebutuhan. Aku mikir2.. "Masa sih ga bisa.."
Masa FTM ga bisa sukses. Jadi entrepreneur. Home industri .. atau apa gt. Soalnya banyakan yang kutahu, diluar negeri sih.. banyak Full Time Mom yang menjadi penyumbang produk2 inovatif yang mendapat penghargaan dan mengharumkan nama mereka. Tengok saja salah produk2 diaper bag, cloth diaper, baby sling dan nursing apron di luar negeri.. salah satunya Bumwear by Mom Rita (abis ini Bighugg by Mom Irene
Itu kalau masalah pendapatan Rumah Tangga. Memang beda kasus kalau memang ngga bisa meninggalkan pekerjaan karena faktor2:
- memang lebih senang di kantor (seperti Nilla, yang merasa ga menjadi apa2 kalo pulang ke rumah, juga disirikin oleh mertua dan ipar.. duh.. ini yang paling makan hati)
- tanggung jawab besar di perusahaan (tapi yang ini aku juga masih tau ada temanku yang pernah di Milan, yang direktur perusahaan export import, setelah ada baby, dia resign. Alasannya mungkin terlihat simple untuk negara kita.. tapi masalahnya buat orang sana, mereka punya pandangan harus ada salah satu ortu yang menemani anak, ga bisa orang lain). Jadi dia ga habis pikir kalau aku bilang "ga kepikir pake sitter?"
"Full time sitter? Nggak, ren!! Never!!" Dia salah seorang yang menginspirasi sampe aku mempunyai pandangan2 yang sama sekali ngga terpikirkan sebelumnya. Kapan hari Mom nancy yang di london juga sempet cerita2 yang bikin aku surprise bgt.
Bagaimanapun..mungkin tidak setiap orang memiliki kondisi yang memungkinkan untuk menjadi FTM, mungkin juga ngga setiap orang berani mengambil langkah untuk out dari kerjaan sekarang, seperti kata Fivi.. Tapi aku percaya.. Tuhan memberkati anak2 kita lebih dari yang bisa kita kira. Dia yang memberi.. Dia yang menyediakan.
Aku cuman punya satu saran, untuk setiap keputusan yangn Moms mau ambil nantinya..
"Setiap keputusan/keputusan apapun, lakukan dengan sebaik2nya"
Jangan lupa berdoa.. karena ada Tangan Tersembunyi yang selalu ada dibalik hidup kita.
Sukses ya Moms..
All the Best
NB: bayangkan.. betapa menyenangkan pekerjaanku saat aku masih belum hamil.. hunting2 bareng team, bareng temen2, moto2 keliling pantai madura, bali, bromo, bukit kapur lamongan.. masuk ke tempat2 yang hijau dan pegunungan2..
apa yang aku bayarkan juga bukan sesuatu yang mudah..
