Tuesday, August 11, 2009

Tanggung Jawab Renata

Tadi surprise banget liat Re. Re kebobolan pipis. Aku ga nyadar. Aku sama Papanya Re lagi liat the apprentice. Re didepanku main aqua gelas. Lalu ada air menggenang disekitar Re duduk. Aku sama Papanya Re masih asik liatin TV.

Trus Re bilang "Loooh...."
Aku ga terlalu ngeh sih.. kupikir air aqua yg bocor,
mikir "abis ini aku lihat ah, celananya ikut basah ngga.."

Sekilas aku liat Re bolak balik, sibuk puter2, trus tiba2 ilang, ga lama muncul dari belakang, bawa lap pel. Sampe didepan genangan dia taruh pelnya n usap2 pake tangan.. ngepel (kadang emang dia pel sendiri), lalu berdiri dan ngepel pake kaki mondar mandir.
Aku n Papanya Re liatin aja, n ga terlalu ngeh sama kegiatan dia. Abis itu ga lama kedengeran Re ngerengek2 "hik hik hiiikk... hik.."
Aku toleh, dia masih ngepel.. tapi sambil ngerengek.. tapi tetep ngepel.



Aku ketawa kecil. "sedang apa nak?"
"Pipiiiss.. " kata Re
aku tanya ke Papa Re "Pipis tha?"
"Ngga kok, itu air aqua yg pecah" kata Papa Re sambil membolak balik aqua2 gelas, dan mengubah kata2nya setelah itu "lho.. g ada yg pecah.. berarti beneran pipiiiiss.."
Aku pegang Re, "jadi beneran pipis ya..? coba Mom liat celananya?"
ternyata emang basah. Abis itu aku lepas celana Re, dan Re melepaskan diri, sibuk melap2 air genangan sisanya.


Yg bikin aku geli, bukan masalah dia ngelap ompolnya sendiri, karena udah hampir setahun dia melakukannya. Re terbiasa melihat aku & Papa Re mengelap ompolnya di lantai, jadi dia berpikir, sudah seharusnya seperti itu.

Kadang aku bilang "Re, mom masih sibuk, tolong lap sendiri ya.."
Jadi dia ambil lap dan bersihkan (walau seringkali ga sempurna, but it's very helpful).
Demikian juga kalo duluuuu.. dia pipis di tempat tidur, dia ambil kain alas ompol di laci dan tekan2 bekas ompolnya dengan kain itu.

Yg bikin aku geli tadi, soalnya aku bener2 ga ngeh dia pipis, dan aku geli (dan jujur aku kagum, sebenarnya), karena dia tadi ngelapnya dengan merengek2 sendiri, kaya mau nangis, kaya dia kalo dipaksa melakukan sesuatu. Disaat dia merasa pekerjaan itu g nyaman, n spontan keluhan keluar dengan polosnya,.. dia tetap bertahan melakukannya.. tanpa campur tanganku. Tanpa aku menyuruh.. dan tanpa paksaanku. Aku geli karena waktu aku senyum sesungguhnya dalam hatiku terucap.. "ahaha.. siapa yang suuruhh, siihh...?!"

sebenernya judulnya salah, mestinya "Renata Merasa Bertanggung jawab" kali ya


makin dewasa ya, nak...
I'm proud of u, girl..

Sunday, August 9, 2009

Kalo maaf bisa membantu, buat apa ada polisi?



"if apologies could help, would we still need the police?"
hahaha.. inget ga itu kata2 sapa?
kata2 dao ming tse di meteor garden!!

Hehe.. sebenarnya tulisan ini udah lama aku buat, tp bukan di blog ini. Tulisan ini tumpahan semua pemikiranku melalui perenungan dan proses yg cukup lama. Pengen share aja disini.. Lama aku ga ngeshare something di blognya Renata :)

aku coba sharekan sesuatu yg mungkin jarang terpikirkan oleh  banyak dari kita sebelumnya.


Minta maaf itu sulit.. itu benar.
Tapi ngga kalah penting.. memaafkan itu lebih sulit.


Kadang aku berharap,.. jangan banyak minta maaf, deh..
tapiii.. mending diusahakan lebih dipikir sebelum melakukan sesuatu, mengatakan sesuatu atau berbuat sesuatu. Jadi bisa meminimalisasi untuk menyakiti orang lain.

kesalahan begitu menyakitkan, itu pasti..!!
tapi kenapa menerima permintaan maaf juga sedemikian menyakitkan, sehingga sulit buat kita untuk memaafkan.


TENTANG MINTA MAAF

hmm..
kita suka mendengar orang meminta maaf (bahkan mungkin kita) dengan kata2 sejenis ini:
"maaf!!"
"sorry.. sorry.."
"wah, ya sorry dong.."
"ya maaf, laahh.."

lalu.. kenapa dengan permintaan maaf seperti itu masih terasa ngga plong?
yaa.. nadanya sih..
kan kaya ga rela gt.. bener, kan!?!!
aku termasuk salah satu orang yg mendengarkan peka bgt terhadap nada.. dan aku lebih cenderung otomatis peka terhadap nada dan intonasi suara melebihi kata2 yg terucap. jadi kata2 yg kudengar seringkali bukan berasal dari mulut, tapi dari keseluruhan kondisi orang tsb (ya dari moodnya, dari hatinya, dari kulitas orang tsb).
nah.. itu yg bikin aku berpikir lamaa..
dan kata2 maap seperti itu seringkali kita spontan masih ngomel karena ngga lega,


dan anehnya.. keluar kata2 seperti ini dari mulut si peminta maaf (bisa juga kita.. hihi..)
"kan aku udah minta maaf.."
kadang masih ditambah "kurang apa lagi sih.."


sering banget aku mendapati percakapan kaya gini, aku yakin banyak orang jg.
Dan itu banyak juga di sharekan oleh anak2 yg konseling atau permasalahan2 dalam komunitas.
"kan aku udah minta maaf sama dia cie.."
aku cuman bilang "kan kamu minta"
"??"
"kalo belum dikasih ya jangan marah.. namanya juga 'minta' maaf.."
"maksudnya cie?"
"minta maaf itu minta lho.. kan ada gunanya dalam bahasa indonesia digunakan kata "minta maaf" untuk kata penyesalan. dalam bahasa inggris, dipakai kata "i'm sorry." yg berarti aku menyesal. Dalam bahasa Indonesia, lebih berat. Kamu bukan hanya menyesal, lho.. kamu minta maaf, kamu minta dia untuk kasih maaf dia ke kamu. Maaf itu artinya 'kebesaran hati, penerimaan kembali.. kamu sedang minta kebesaran hati dia.. ya namanya minta.. bukan beli, ya tinggal nunggu dikasih, dong'".


Kadang kita ga bisa sabar untuk memperbaiki kesalahan kita, meminta maaf, dan berharap kesalahan kta cepat2 dilupakan. Tapi kita sering lupa, kalo kita minta maaf, berarti kita udah merepotkan dan menyudutkan orang tersebut dalam kondisi berat dua kali. Udah disakiti, masih dimintai lagi..
Jadi maklumilah.. kalo seseorang butuh waktu untuk memaafkan kita.. ups sorry.. bahasa yg tepat adalah 'memberikan maafnya' kepada kita.


Satu hal lagi yg salah kaprah dalam minta maaf.. Sesuai dengan yg aku tulis tadi.. minta maaf adalah meminta sesuatu. Jadi sebenarnya.. masih kurang pas meminta sebuah maaf kepada seseorang dengan kata2.. "aku minta maaf.." apalagi kepada orang yg udah kita sakiti.


Turunin gengsi dikit.. kamu sedang meminta sesuatu dari dia. Seseorang yg udah kamu hancurkan.
Jangan beri dia statement.. (maksudku "aku minta maaf" itu statement)..
tapi kalo kamu mau lebih menghargai seseorang dan perasaan orang lain.. apalagi yg udah kita salahin..
alangkah baiknya kalo kita bertanya..

"Maukah kamu memaafkanku?"

Itu terdengar lebih merdu dan damai, kan... :)





have a nice day..
semoga harimu penuh dengan persahabatan..





God bless,
Irene
I love you full ;)





Tuesday, August 4, 2009

Ayah Tak Sanggup Bayar Ambulance : Jalan Kaki 10 km Gendong Jenazah Anak

Jika masih memiliki nurani yang sehat, peristiwa ini sungguh menikam rasa kemanusiaan kita. Sungguh terjadi di rumah sakit milik pemerintah, RSU Prof. Dr. WZ Johannes Kupang, Kamis (12/2/2009) dinihari. Hidup sudah sulit, mati pun dipersulit…
Adalah Yakobus Anunut, ayah seorang balita, Limsa Setiana Katarina Anunut (2,5 tahun), penderita gizi buruk dan diare yang mengalami nasib yang memilukan itu. Gara-gara tak punya uang Rp 300.000,- untuk menyewa mobil ambulance rumah sakit, Yakobus Anunut (37 tahun), warga kelurahan Oesapa Selatan, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, nekat berjalan kaki kurang lebih 10 kilometer sambil menggendong jenazah anaknya. Beruntung ada sanak keluarganya yang datang menolong menggunakan mobil saat dia baru berjalan lebih kurang lima kilometer.
Si kecil Limsa yang menderita gizi buruk, terkena diare sehingga Yakobus pun membawanya ke RSU Kupang, NTT, Rabu (11/2/2009). Karena ruang perawatan sudah penuh, Limsa dirawat di salah satu ruangan instalasi gawat darurat (IGD).. Dengan jaminan kartu kesehatan untuk orang miskin, Yakobus berharap anaknya mendapat perawatan untuk disembuhkan.
Namun, ternyata Tuhan berkehendak lain. Baru beberapa saat dirawat, Limsa meninggal dunia, Kamis dinihari, sekitar pukul 03.00 Wita. Petugas medis kemudian membawa jenazah Limsa ke kamar jenazah rumah sakit. Ternyata, di ruangan instalasi pemulasaran jenazah (IPJ), Limsa diterlantarkan begitu saja, Padahal, biasanya setiap jenazah
yang dititipkan di ruangan itu dimandikan oleh petugas rumah sakit dan disuntik formalin agar tidak membusuk.
Orang tua korban yang hanya berprofesi sebagai petugas cleaning service di sebuah instansi pemerintah ini hanya pasrah dengan perlakuan petugas rumah sakit. Sekitar dua jam menunggu, Yakobus akhirnya menemui petugas ambulance untuk meminta jenazah anaknya dibawa pulang ke rumahnya. Namun, petugas ambulance meminta biaya Rp
300.000,-. Mereka memberikan kesempatan kepadanya untuk mencari pinjaman.
“Saya katakan kepada petugas ambulance bahwa untuk membayar ojek saja saya tidak punya uang. Dari mana saya harus mendapatkan uang sebanyak Rp 300.000,- untuk membayar bapak?”, katanya.
Kasih sayang yang mendalam terhadap buah hatinya, membuat Yakobus tak tega melihat anaknya tidur membujur kaku tanpa perhatian.. Tak sedikitpun ada niat dari petugas IPJ untuk memandikan bayi malang ini.. Karena mengaku tak mampu membayar, petugas ambulance rumah sakit langsung pergi, tak menghiraukan Yakobus. Hati bagai disayat sembilu. Perih dan sakit, namun tak bisa ditumpahkan karena tak punya kuasa untuk melakukannya.
Yakobus akhirnya memutuskan untuk menggendong jenazah anaknya sambil berjalan kaki sejauh kurang lebih 10 kilometer untuk kembali ke rumahnya. “Akhirnya saya putuskan membawanya berjalan kaki saja”, ujar Yakobus.

Capek dan Lapar
Yakobus tidak bisa menyembunyikan kedukaannya karena putri satu-satunya itu meninggal dalam perawatan di rumah sakit. “Seharusnya anak saya tidak meninggal kalau ditangani secara baik di rumah sakit”, ujarnya sedih.
Dia mengaku tidak dipedulikan pihak rumah sakit. Pasalnya, Yakobus yang tercatat sebagai keluarga miskin, membawa kartu jaminan kesehatan untuk orang miskin, tetap saja diminta membayar sewa ambulance. Padahal dengan memperlihatkan kartu tersebut kepada petugas, seharusnya jenazah langsung diantar pulang.
Ia berjalan dari RSU Kupang menuju kediamannya di belakang Rumah Penitipan Barang Sitaan (Rumpasan) Kelas I Kupang, kompleks Lembaga Permasyarakatan (LP) Kupang. Dengan linangan airmata dan berbagai rasa yang berkecamuk di hatinya, Yakobus tidak menghiraukan dinginnya udara pagi yang menusuk disertai gerimis yang terus turun. Yakobus nekad berjalan sendirian. Hanya dibungkus sebuah kain lusuh, Yakobus terus mendekap jenazah buah hatinya agar tidak terkena percikan gerimis.
Ia sempat membangunkan kerabatnya di bilangan Oebobo untuk memberitahukan kematian Limsa, lalu terus berjalan. Tiba di kompleks Flobamora Mall (sekitar 5 kilometer), Yakobus yang kecapekan, sejenak beristirahat. Semalaman bergadang menjaga Limsa ditambah belum ada sesuap nasi pun yang mengganjal perutnya sejak malam, Yakobus butuh waktu untuk melepaskan lelah.
Ternyata masih ada yang berbaik hati. Sanak saudaranya di Oebobo ternyata diam-diam mencari kendaraan untuk membantunya. Saat masih melepaskan lelah, menggunakan sebuah kendaraan pick-up, saudaranya yang berasal dari Oebobo berhasil menemui Yakobus. Terus mendekap Limsa di dadanya, jenazah pun diantar sampai di kediamannya.

Tidak Menyalahkan
… Tak ada yang perlu disalahkan. Yakobus Anunut pun tak ingin menyalahkan siapa-siapa. Dia hanya ingin agar jenazah bayinya segera dimakamkan…
Sumber : Tribun Batam, 15 Februari 2009

Kekuatanku dan Kekuatan Renata

Kemaren aku hampir 'kehilangan' Re.. Emang dia gesit banget. Dan parahnya.. terlalu berani, ga takut sama orang, dan rasa ingin tau besar. Selama ini aku rada kewalahan dengan 'bakat' dia yg aku sebut diatas tadi. Aku berani bilang karena ditotal dan dirata2 dari semua orang yg komen tentang Re, skornya bisa diatas 70. Sampe beberapa kali ada orang komen "wih wih.. itu mamane pasti kuat, dipercaya anak kaya gitu".
I wish... :(

sejak umur 11 tahun aku udah ngemong adik2 sepupuku dari bayi. Dari yg selisih umurnya 11 tahun dibawahku,.. sampe yg 20 tahun dibawahku.. kira2 ada 8 adik sepupu (nasib cucu tertua,.. cewe, pula). Dari yg penakut, alim, cerewet, yg rasa ingin taunnya gede, yg suka nanya2 ga berhenti henti, suka bongkar2, yg kalo manggil musti sambil lari2 ngejar, sampe yang suka ngilang bikin panik. Agak gede udah beda lagi.. mulai jiwa2 pemberontakan muncul.. mulai cupid2 mucul n dewa asmara bekerja. Logic mulai main, mulai olah kata.. hihihi..
Untungnya aku termasuk andalan orang tua mereka kalo mereka susah dijinakkan.




Ga nyangka kalo anakku sendiri bakalan kelebihan energi kaya mamanya (oke.. saat ini aku ngaku, soalnya Ko Jun jauh lebih slow dari aku). Tapi mamaku pun bilang aku ga ada setengahnya Re. Adikku yg paling kecil itu pun kata mama jauh lebih gesit, berani n pengen tau dari aku. Tapi mama juga bilang Re labih dari dia. O' oo... Aku berharap saat memberikannya, Tuhan tidak lupa untuk membekaliku juga dengan kemampuan untuk menjaga n mengimbanginya.














Hari ini jantungku untuk kesekian kali kaya mau copot.
Kemaren kita ke index.. mau beli kursi buat Re,.. dan ke ace, beli dinamo yg bagus untuk mesin jahit.

Lengah dikiiiiiiittt aja..tiba2 hilang.
Aku udah ngeh.. langsung cari2,.. aku lihat Ko Jun, tp keliatannya dia juga lagi cari.


Waduuhh.. tiba2 aku denger Ko Jun teriak panggil2 Re.. ternyata Re yg dicari udah siap2 turun sendiri di eskalator. Langsung ko Jun tinggalin stroller, lari sambil lepasin sandal. Untung ketangkep. Abis itu baru berasa kakinya kesleo, kukunya berdarah. Bener2 deh..

Setiap mau perjalanan, aku, ko Jun.. selalu ajak Re berdoa. Kita bilang sama Tuhan, kira2 kita mau kemana aja. Mohon perlindungan dari segala marabahaya.. dan dari segala sakit penyakit. Aku ga tau apa yg akan terjadi. Jujur aku suka deg2an dari dulu kalo bawa anak2 kecil ke tempat2 umum, adik2 sepupuku aja untuk berenang aku selalu ajak min dua orang bisa berdampingan (kalo bisa sekelompok 3 orang), untuk saling mengawasi. Karena dari aku kecil sampe sekarang, aku lihat ada beberapa kejadian yg aku belajar dari sana. Kolam dengan air setinggi 10cm pun akan berbahaya untuk batita. Adikku waktu 2 tahun pernah jatuh n tenggelam disana saat mama lengah ambil barang ke kamar mandi. Dia juga pernah digigit anjingku dibagian matanya waktu bawa makanan. Renata juga pernah disergap anjing waktu bawa makanan.


Sewaktu nungguin papanya ambil mobil, aku ajak omong Re,.. Aku jongkok, aku pegang bahunya,..
"Denger.. Tadi Mom takut banget. Jie (aku memanggilnya Jie = Jun Irene's Eagle) tadi hampir celaka".
Re natap mataku lekat2..
"Inget!! ditempat umum, jangan pernah jauh2 dari Mom, ya..?"
"Iya!!.." cadel, lembut dan mantap.
"jangan turun eskalator sendiri .." aku tatap matanya untuk meyakinkannya.
"Iyaaa..." sambil mengangguk.


"kalo ga sama Mom atau Dad, jangan turun dan pergi sendiri.."
"iyaa.."
"inget yaaa.." aku tersenyum.
"Iyaaa..."
"oke.. thanks.. I love you.."
Dia mengangguk angguk sambil balas tersenyum.


Aku berdiri, memegang stroller, mengambil tas.. sedetik aku menoleh.. Re udah berlari keluar pintu ke parkiran dengan ekspresi girang.
Ooowww.. GOODDD...!!!
Pikiranku udah ke mobil yg bisa aja tiba2 lewat. Aku lari menghambur keluar dan menarik tangan Re..

So...
fiuuhhh..
... kelihatannya perjalanan dan perjuangan akan tetap masih panjang.

Good luck all parent.. May God bless onze kinderen

Friday, July 31, 2009

It's me.. It's all about Me.. Renata's Mom




....
.......

"Yang mana sie Momnya Renata??"
hmm.. emang g pernah nampang ya selama ini.
"Pemalu??"
Ngga kok.. benernya rada narsistik juga kalo sehari2nya. cuman ya agak2 introvert gt.. jadi kalo ketemu orang baru suka ngumpet.

Ini buktinya, sekalinya nampang (setelah 2 tahun ngumpet.. lama juga ya), MPnya langsung dihujani foto2 diri seabreg abreg. tar pelan2 deh mulai aku upload foto lainnya. sebenernya fotonya umbrugkan di PC, bergiga2. soalnya dulu mungkin papanya Re ga nemu korban buat model dia kali ya.. jadi cewenya yg jadi sasaran.

hmm.. about me:
apa ya..hmm.. yg jelas, aku orangnya banyak pertimbangan. Suka buku, warna, hal2 seni, tulis menulis.. dan hal2 lain yg lebih banyak membuat aku bekerja lebih ke dalam (hati) daripada membutuhkan kata2 yg keluar dari mulut, kurang bisa mendelegasikan pekerjaan, perfeksionis dan sedikit idealis (terhadap diri sendiri aja) dan menetapkan target tinggi buat diri, senang ngumpul dengan temen2 dekat, menghindari hal2 yg kasar dan mengganggu, baik dalam kata2 maupun dalam tindak tanduk (di keluargaku, jarang bgt ada makian, jadi aku ga terlalu terbiasa, walau itu kata kaya "bego" gt sekalipun), suka anak2 dan adik2, suka hal2 yg berbau psikologic n filsuf, tidak mudah open secara terbuka ttg diri, memelihara teman dekat dari bayi sampai yg terakhir (semua masih ada bersamaku :) ah.. itu menyenangkan sekali..), tidak terlalu suka sms-an atau alat komunikasi lain, menghindari gosip dan pembicaraan ttg orang lain, tingkat privasi tinggi, menyukai kegiatan dan organisasi atau yayasan, sangat mengagumi daya intuitif dan kekuatan juang mama, dan sangat menyanjung figur papa, ceria, memandang kehidupan dengan bahagia, dikelilingi orang2 yg kukasihi dan mengasihiku.

apa lagi ya..

o ya.. so loving dunia musik, singing dancing n my adorable acoustic guitar. Kegiatan lain yg agak berbeda dengan kegiatan beberapa orang pada umumnya adalah, berkomunitas di beberapa group.

Oh, iya.. salah satu yang menarik.. aku memiliki beberapa anak didik atau anak bimbing yg usianya 4 tahun dibawahku sampai yg terkecil adalah anak2 SMU. Ini aku lakukan sejak aku duduk dibangku kuliah. Menangani anak2 SMU dan mengumpulkan mereka dalam sebuah komunitas2 yg dibentuk, alasan umumnya yg bsia dengan mudah dijabarkan mungkin salah satunya adalah untuk menciptakan sebuah persahabatan dalam komunitas untuk anak2 SMU, prihatin dengan pergaulan dan godaan yg dialami adik2 SMU, aku dan beberapa temanku membentukkan komunitas untuk mereka di masing2 sekolah (disurabaya) sehingga mereka mendapatkan pertemanan yg tepat, tempat share yg tepat, dan menjauhkan mereka dari dunia yg bisa menjatuhkan mereka. Juga menyediakan telinga dan konseling untuk permasalahan2 yg mereka alami baik di sekolah, di keluarga maupun terhadap diri mereka sendiri. Adik2 yg kita bimbing, akhirnya membimbing adik2 dibawahnya.. begitu seterusnya. Karena sejak aku kuliah, anak2 ini beberapa sudah bekerja. Aku bangga sekali kepada mereka.

Kegiatan lain yg sebenarnya aku sukai, hanya aku belum bisa melakukannya lagi adalah nge-band. Setelah ada Renata, 100% aku sudah tidak bisa melakukannya lagi. Mungkin kedepannya masih bisa :D

Yaaa.. itulah sekilas tentang aku.. Semoga dengan mengenalku n duniaku secara singkat ini bikin MPers makin nyaman ngobrol dengan women behind Renatashopshop ini ya ;)

luv u,
Irene or u can call me Ayrin

Friday, March 20, 2009

Renata's Hair



Papanya Re agak tantrum kalo bawa Re jalan2 ke Mall. Gara2nya acap kali ke Mall, selalu orang yang mendekat n jawil2 Re.

Kejadian2 lucu yang aku ingat kira2 ini:

Dulu waktu belum setahun, ada anak cowo umur 3-4 tahuan mendekat ke stroller Re di matahari supermall. Sepanjang belanja, anak ini liat2 terus kedalam sroller sambil godain Re.. pas hampir selesai belanja, aku liat Papa Re mendekat sambil cemberut, tau2 ternyata dia bilang kecolongan, tiba2 Re dicium sama anak tadi, katanya.

Kemaren waktu ke Cito juga, pas Re lagi nyobaik mainan edukatif, tiba2 ada dia cewe muda yang heboh2 lari2 n duduk disampingku. Mereka berdua langsung merubung Re (tampang Re bingung lihat mereka), lalu gemes2 gt sambil jawil2, cubit2 pipi dan mainin rambut Re. "Wii lucune.. Wiiii lucuuuneeeee... ya ampun Tuhan, Ya ampuuuunn...!!"
Pas mereka mau pergi, Re dicium lagi,.. papanya langsung berdiri. Ada bapak2 ketawa disampingku, bilang ke aku "itu mbak2 tu dari tangga berjalan heboh, loncat2 liat anakmu, lalu lari jingkat2 ke sini". Aku toleh tangga berjalannya.. ngukur kejauhan jarak.. lalu liat sekitar.. kok bisa sih Re terlihat.

Aku beberapa hari ini kalo pergi liatin Re dari jauh.. pengen lihat apa yang ada dipandangan mata orang saat melihat Re..
Dan simpulan yang kudapatkan adalah.. Re mencolok karena rambutnya yang ajubile lebatnya.. gondrong pisan. Lalu pipinya yang chubby, dan posturnya yang mungil.. kalo lari utuk utuk. utuk utuk...tung tung tung tung tuuungg...

Tentang rambut re.. aku selaluuu ditanya dua macam:
makan apa pas hamil dan dikasih apa rambutnya..
dan selalu terdengar "Huuiiiiiii.... rambuuuteeeeee..."
Lalu dipegang2 gt. Untung Re ga kaya adikku, yang kecil2 sudah bisa marah kalo dipegang.

Aku jadi bingung aku makan apa ya..
yanng ditanyakan selalu "kacang hijau"
ngga, aku ga makan kacang hijau.. apalagi Re.. lha dia dulunya alergi.
juga ga pake minyak2an.. dari lahir udah bawa sekitar 2cm rambutnya.. itu aja.. ngga aku gundul.
Yang aku konsumsi cuman sarang burung walet aja dari peternakan sendiri, sampe sekarang sih kalo yang ini. Cuman kalo ini sebannya.. ngga juga.. rambut ponakanku tercinta kebalikan banget sama Re. Jadi faktor apa?? Ga tau :D hehe..




Ini Renata usia 2 hari di pojok ASI Mitra Keluarga Surabaya





















Renata bangun tidur tepat 6 bulan.
Bangun2 langsung "jepreeett!!"
kamu lulus ASIX say..



















9 bulan.. belajar sisir sendiri

















Rambut Re sekarang udah gondrong.. shampoo yang paling cocok untuk dia ya sebamed.. shampo lain ga sebagus sebamed di renata. Ada yang bikin kaku, ada yang bikin gatal. Awal mula pake sebamed ya karena Renata sensitif kulitnya.
Kalo pake sebamed bisa baguuus banget ikalnya. Haluus..

Tapi sampe sekarang orang kalo liat Re kok masih bilang rambut2 ya..
padahal udah aku tipisin tinggal setengahnya aja lho.. gara2nya kung2nya Re ribut2 katanya Re kepanasan. Ya udah ditipisin dengan berat hati.
Coba lihat bedanya..



Ini Renata 16 bulan.. rambutnya udah ditipisin.. tapi panjangnya dibiarin.. jadi sekarang udah sepunggung.
Lha.. sebelum ditipisin gimana??

















Naaahh..!!
Ini dia pas 14 month kemaren..

kalo dari jauh keliatan mentereng banget.













rambuut oh.. rambuutt..
sayangn Re ga mau di apa2in kepalanya..
tiap ada topi atau pita datang.. selalu dilepas.

Saturday, March 14, 2009

Renata diterusin nggaa..


Ketahuan juga kalo Renata aku ikutin lomba foto yang berbentuk voting. Dasarannya fotografer dan komunitas seni.. pantangannya banyak banget. Emang selama ini di klub fotografi dan desain.. ga ada yang namanya lomba foto atau desain yang penilaiannya voting .

Padahal papanya sempet melunak.. ikut voting doain.. abis itu ada anak sodara yang bukan dari multiply ikutan lomba.. Lha dasarannya bukan orang MP.. ga punya temen di MP..ya ga ada yang pilih dia. Padahal dari sisi fotografi, pengambilannya udah bagus. Emang aku juga sempet mak deg gt.. lha terus bilang sama adikku untuk voting dia aja.. jangan vote Re.. Re pastinya dah lebih banyak, karena mamanya jujugannya MP.

Dasarannya udah pernah dibahas dari kapan hari.. Kung2 n Papanya Re ga suka voting2an. Makanya kalo lomba fotografi.. selalu ada juri yang ahli dibidangnya.. juga lomba desain, desain ilmiah dll.. selalu ada perenungan dari dewan juri. Darwis Triadi kek.. atau siapa aja yang punya jam terbang lama. Akhirnya setelah tau, ditambah lihat foto bagus, main di bukan areanya.. n akhirnya ga banyak yang vote karena ga ada koneksi.. habislah aku..

Sempet aku tunda2 sie hal ini..
ga ngungkit2 masalah2 yang berhub dg voting2an.. tapi kena aja kadang. Ya udah deh..
sekalian konsen sama urusannya mak conya Renata yang seminggu ini datang dari luar kota. Lagi sakit.
Tapi link ke tempat vote Renata udah aku delete dari kapan hari..
jadi voting untuk Re berhenti perlahan.
Udah sms juga ke Bunda.. ga tau diijinin ga sama Bunda..
maap ya Bun.. udah bela2in ngundang. Benernya ga tega nge sms Bunda.. bunda masih lom sembuh.


O iyaa.. maap ya untuk yang order2 tapi belum kebalas.. soalnya seminggu ini dari long weekend kemaren, konsen ke anter2 buyutnya Renata ke dokter, lab, ronsen, beli insulin dll..
jadinya Non aktif dadakan untuk sediakan waktu buat Oma Opa..
Alhasil sms2 sampe numpuk diatas angka 100.. 

bayangin.. gimana mau ngebalasnya.. sms sampe seratus.. keluarnya angkaaaa semua di message.


O iya..
kalo Re emang bener2 jadi ditariik.. maapin ya semua yang udah ngedukung Re..
Mungkin bisa vote yang lain..
yang jelas.. jangan ngarepin kalo Renatashopshop bakalan ngadain lomba yang full voting. Bisa2 ga diajak omong aku sama Papanya Renata.